Kesulitan Air, Banyak Lahan Sawah tak Tergarap di Desa Jayabakti
Editor: Makmun Hidayat
BEKASI — Meski memasuki musim tanam, banyak lahan sawah di Kampung Galian, wilayah Desa Jayabakti, Kecamatan Cabang Bungin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat tidak tergarap. Hal itu akibat kekurangan air karena tidak maksimalnya irigasi.
“Sekarang ada sebagian mulai menanam dengan air seadaanya, tapi masih banyak yang belum digarap akibat kondisi irigasi sudah tidak memungkinkan untuk areal persawahan ini, tidak ada air yang bisa dibagi atau dialirkan,” kata Jejen, kepada Cendana News, Senin (23/8/2021)
Dikatakan, bahkan kondisi irigasi atau saluran air saat ini dalam keadaan gersang karenanya airnya tidak terbagi ataupun mengalir di wilayah hilir. Diprediksi meskipun saat ini memasuki musim tanam gaduh banyak lahan tidak tergarap.
Menurutnya jarak air dari irigasi di Kampung Galian, Desa Jayabakti menuju hulu mencapai 29 kilometer. Selama ini selalu bergantian memanfaatkan irigasi dengan jadwal tertentu untuk kebersamaan.

“Kondisi ini diperparah oleh tumpukan sampah di beberapa pintu air dari hulu ke hilir. Salah satunya seperti di pintu air 24 Kampung Galian, saat ini dalam kondisi kembali ditumpuki sampah meski baru dibersihkan oleh petani,” ujar Jejen.
Saat ini lanjut Jejen, pihak PJT Sukatani membuat aturan sendiri tanpa musyawarah melibatkan petani yang selama ini terus melakukan perawatan sungai dari sampah, membuat bendungan di hulu agar air mengalirkan irigasi. Tapi tanpa musyawarah PJT membuat aturan sendiri pembagian air tanpa melibatkan petani.
“Sekalinya Sungai Cikarang Hilir airnya mengalir PJT sekarang mengeluarkan aturan lucu. Karena mereka ke mana selama ini saat petani ingin air, tapi ketika air mulai mengaliri Sungai Cikarang Hilir, PJT membuat aturan,” ujarnya menyebut meminta pihak PJT bercermin.
Petani lainnya Adi, mengakui, air yang selama ini diusahakan oleh petani baru bisa mengisi pengempangan sungai. Air tersebut tegasnya belum sampai ke petak sawah, tapi PJT sudah mengeluarkan aturan jadwal air.
“Berbagai cara dilakukan petani agar kondisi air bisa mengaliri Kali Cikarang Hilir, sebagai saluran irigasi untuk areal persawahan di wilayah Utara Kabupaten Bekasi. Mereka secara mandiri, swadaya tanpa ada bantuan PJT, pemerintah dan lainnya. Setelah air mulai sedikit mengalir PJT Sukatani membuat aturan inikan lucu,” tegasnya.