Kasus Bayi Terserang Diare di Ciparay, Marak

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BANDUNG – Beberapa pekan terakhir, kasus bayi terserang penyakit diare semakin marak di wilayah Ciparay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Dokter spesialis anak yang membuka praktik di Apotek Ciparay, Indira Sarwati, menyebut, tidak kurang dari 15 orangtua yang datang padanya mengeluh lantaran bayi mereka mengalami mencret-mencret.

“Sekarang ini memang lagi banyak bayi yang diare. Penyakit ini timbul akibat virus dan kuman yang ada di lingkungan sekitar. Penting sekali untuk terus menjaga kebersihan area sekitar bayi,” ujar Indira, Jumat (13/8/2021) di tempat praktiknya.

Indira mengingatkan, bagi bayi yang lebih banyak mengonsumsi susu formula (sufor), kebersihan peralatan susu seperti botol, dot dan sendok harus betul-betul diperhatikan.

Merebus peralatan susu bayi di air mendidih adalah langkah strerilisasi yang baik untuk membunuh kuman, Jumat (13/8/2021) di Ciparay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Foto: Amar Faizal Haidar

“Setiap hari semua itu harus disterilisasi, dicuci bersih dengan air mendidih. Maka kalau ASI kurang, minimal harus punya botol susu 5 buah, biar cukup,” tandas Indira.

Di samping itu, bagi bayi penderita diare disertai dengan muntah-muntah, kata Indira harus lebih sering diberikan minuman, bisa dalam bentuk susu, air putih, atau lebih baik cairan oralit bayi, agar tidak menimbulkan dehidrasi.

“Gejala bayi diare itu tubuhnya lemas, dan bibirnya agak kering. Maka harus lebih intens diberikan minum. Kalau habis muntah langsung kasih susu. Tidak perlu langsung banyak, yang penting sering,” lanjut Indira.

Hal lain yang perlu diperhatikan, apabila bayi buang air besar, jangan selalu dibersihkan dengan tisu basah, namun jauh lebih baik bila dibersihkan dengan air dan sabun, lalu dikeringkan dengan handuk.

“Memang pakai tisu basah itu praktis, tapi rawan bagi bayi yang mencret-mencret, karena akan bisa menimbulkan lecet di area kemaluannya,” pungkas Indira.

Sementara itu, Nenden Pupu, salah seorang ibu asal desa Serang Mekar, Ciparay, mengatakan bahwa saat ini bayinya mengalami diare. Ia pun mengakui, hal itu terjadi lantaran ia tidak maksimal membersihkan peralatan susu sang anak.

“Kebetulan saya ASI-nya kurang, jadi campur dengan susu formula. Anak saya termasuk yang menyusu kuat, tiap tiga jam sekali nangis mau susu, jadi kalau cuci botol ya cuma pakai sabun saja biar cepat, tidak pakai digodok (dimasak). Menyesal juga sih sekarang,” ungkap Nenden.

Atas saran dokter, Nenden pun mengaku akan lebih memperhatikan kebersihan, terutama yang berkaitan dengan buah hatinya.

“Ini anak pertama, jadi perlu banyak belajar. Ya ke depan pasti saya akan jalankan apa yang dianjurkan dokter. Sebab kalau dibiarkan, pasti akan semakin parah, dan bisa berakibat fatal,” pungkas Nenden.

Lihat juga...