Harga Sedang Bagus, Petani di Arjasari Panen Bambu
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
BANDUNG — Sejumlah petani di desa Pinggirsari, Arjasari, Kabupaten Bandung tidak ingin melewatkan kesempatan meraup untung besar dari hasil penjualan bambu yang saat ini sedang naik harganya.
Amid (58), salah seorang petani setempat menyebut, saat ini harga satu batang bambu berukuran besar mencapai Rp15.000, naik lebih dari dua kali lipat dari harga biasanya, yaitu Rp5.000.
“Beberapa hari yang lalu pemborong datang mau beli bambu, dan dia bilang harganya segitu,” ujar Amid kepada Cendana News, Selasa (17/8/2021) di kampung Kina Sapuluh.
Meski harga menggiurkan, namun Amid mengaku enggan menebang semua bambu miliknya untuk dijual, lantaran ia percaya keberadaan pohon bambu sangat baik untuk lingkungan, terutama jika posisinya berada di tepi kali.
“Ini saya jual karena memang lagi butuh uang juga. Kalau tidak lagi butuh tidak akan saya babat. Tapi tetap tidak semua dijual, saya sudah batasi, maksimal 1.000 batang. Jadi kira-kira yang ditebang itu sekitar 500 pohon, karena satu pohon bambu kan bisa jadi 2 batang,” jelas Amid.

Selain itu, Oman Demo, masyarakat setempat yang juga turut menjual bambunya mengatakan, bahwa pemborong mau membayar lebih mahal lagi, apabila bambu-bambu tersebut direndam terlebih dahulu, sehingga lebih kuat.
“Kalau direndam dulu selama seminggu itu harganya lebih tinggi Rp5.000. Jarang-jarang harga bambu naik, jadi sayang kalau tidak diambil,” kata Oman.
Menurut Oman, bambu-bambu yang dijual petani Arjasari itu jenisnya betung, yang kebanyakan digunakan untuk bahan bangunan rumah dan juga furniture.
“Memang orang sini juga rata-rata pakai bambu untuk kaso-kaso atap rumah, penahan genteng. Kuat ini bambu begini, apalagi kalau sebelum dipakai direndam dulu,” pungkasnya.