Angka Kematian dan Pasien Covid-19 di Banyumas, Turun

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BANYUMAS – Memasuki bulan Agustus ini, jumlah pasien Covid-19 yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas mulai menurun, begitu pula dengan angka kematian pasien juga mulai mengalami penurunan.

Direktur RSUD Banyumas, dr. Dani Esti Novia mengatakan, puncak pasien Covid-19 terbanyak pada bulan Juli lalu, yaitu mencapai 120 orang, bahkan terkadang lebih. Mulai bulan Agustus ini, jumlah pasien Covid-19 perlahan menurun dan di bawah 110 orang.

Direktur RSUD Banyumas, dr. Dani Esti Novia (berjilbab) didampingi Wakil Direktur Pelayanan RSUD Banyumas, dr. Rudi Kristiyanto di RSUD Banyumas, Jumat (6/8/2021). Foto: Hermiana E. Effendi

“Sekarang ada 107 orang yang masih menjalani perawatan di RSUD Banyumas, sebelumnya jumlah pasien di atas 120 orang,” katanya, Jumat (6/8/2021).

Selain jumlah pasien Covid-19 yang mengalami penurunan, angka kematian pasien juga menurun. Saat ini tingkat kematian antara 3-4 orang per hari, namun pernah juga dalam satu hari tidak ada pasien yang meninggal dunia. Sehingga secara umum, kondisinya sudah mulai membaik, di mana angka kematian turun dan jumlah pasien yang dirawat juga menurun.

“Untuk pasien Covid-19 yang dirawat ataupun yang meninggal dunia juga bukan seluruhnya warga Kabupaten Banyumas, karena rumah sakit kita juga menerima pasien rujukan dari rumah sakit lain, banyak pula yang dari luar Banyumas,” terangnya.

Terkait penyebab kematian pasien Covid-19, dr. Dani mengungkapkan, sebagian besar merupakan komorbid atau mempunyai penyakit bawaan diabetes militus ataupun gagal ginjal, serta mengalami penurunan pernafasan.

Pada beberapa kasus, pasien dibawa ke RSUD Banyumas sudah dalam kondisi parah, sehingga tidak tertolong.

“Kebanyakan kasus kematian karena pasien merupakan komorbid, mengalami masalah pernafasan, ataupun pasien yang kurang kooperatif menjaga asupan gizi dan makan. Tetapi untuk saat ini, tingkat kesembuhan cenderung meningkat,” jelasnya.

Sementara itu, untuk stok oksigen di RSUD Banyumas, saat ini juga sudah berangsur normal. Sekarang RSUD Banyumas memiliki stok oksigen liquid 2.150 dan 20 tabung oksigen ukuran besar dan 4 tabung oksigen kecil yang berada di gudang.

Selain itu, juga masih ada 20 tabung oksigen untuk beberapa ruangan, seperti ruang prenatologi, ICU, gedung kelas 3 dan ruangan lainnya.

Sedangkan untuk kebutuhan oksigen sendiri, untuk oksigen liquid sekitar 900 per hari, sehingga stok yang ada masih sangat mencukupi untuk 2-3 hari ke depan.

“Kita memang pernah mengalami kekurangan stok oksigen pada saat jumlah pasien yang dirawat cukup banyak, tetapi sekarang sudah kembali normal,” katanya.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Banyumas, dr. Rudi Kristiyanto menambahkan, ketersediaan oksigen sekarang sudah mulai normal, semua itu berkat komunikasi yang baik dengan pihak penyuplai, serta kerja cekatan dari rekan-rekan untuk menyediakan tabung oksigen.

“Posisi sekarang, tabung oksigen mencukupi dan jumlah pasien Covid-19 juga menurun, sehingga stok oksigen aman,” tuturnya.

Lihat juga...