Pecel Genki, Kreasi Menu Menyehatkan untuk Konsumsi Sehari-Hari
Editor: Maha Deva
SEMARANG – Sego pecel atau nasi pecel, bagi warga Kota Semarang, sudah menjadi menu keseharian. Kuliner berbahan aneka sayur rebus dengan bumbu kacang tersebut, bisa dijumpai di berbagai sudut kota.
Perpaduan beragam sayur hijau, mulai dari bayam, kangkung, kacang hijau, tauge, kenikir, dan kembang turi, membuat makanan tersebut nikmat disantap kapan saja. Ada banyak pedagang nasi pecel di Kota Semarang, yang sudah tersohor kelezatannya. Mulai dari kelas pedagang kaki lima hingga restoran.
Dalam penyajiannya, pecel pada umumnya dimakan bersama lontong atau nasi putih. Di lain sisi, beragam kreasi dilakukan masyarakat, untuk menambah cita rasa olahan pecel. Termasuk menggunakan beras campuran, sebagai pelengkap sajian. “Saya termasuk penggemar kuliner pecel, sejak kecil sampai sekarang, sudah tidak terhitung lagi berapa banyak nasi pecel yang dimakan. Selain membeli, nasi pecel juga sering membuat sendiri, karena bahan-bahannya mudah didapat dan murah. Namun yang membedakannya, saya tidak menggunakan nasi putih, atau lontong, namun menggunakan beras genki sebagai sumber karbohidratnya,” papar Yaya, warga Bongsari Semarang, saat ditemui di rumahnya, Sabtu (12/6/2021).

Beras genki, merupakan beras organik percampuran dari beras putih melati, beras merah, dan beras hitam. “Jadi bisa dibilang pecel itu makanan sehat, karena bahan-bahan olahan semuanya sayur rebus, yang kaya manfaat. Ditambah dengan beras genki, menjadikannya juga lebih sehat, karena dikembangkan secara organik serta kaya nutrisi,” tambahnya.
Yaya menuturkan, untuk membuat olahan pecel beras genki, caranya relatif sama dengan memasak pecel pada umumnya. “Semua bahan sayur direbus hingga empuk. Ada tauge, kacang panjang, sayur bayam. Setelah empuk, kemudian ditiriskan. Jangan lupa dipotong-potong, untuk memudahkan saat dimakan,” paparnya.
Sementara itu siapkan bumbu pecel, berupa kacang tanah, gula jawa, cabai, bawang putih, dan daun jeruk. Semuanya ditumbuk atau di ulek hingga halus, kemudian diberi air asam jawa, untuk mengencerkannya. “Setelah semua siap, lalu disajikan, masakkan pecel dengan nasi beras genki. Beras genki ini cara masaknya juga sama dengan beras pada umumnya. Jangan lupa ditambahkan lauk pelengkap, seperti telur goreng, peyek atau tahu tempe. Dijamin enak,” tandasnya.
Sementara sang suami, Andika menyebut, kuliner pecel beras genki tetap enak dan lezat, meski tidak menggunakan beras putih atau lontong sebagai pelengkap. “Awalnya memang beda, karena sudah terbiasa dengan beras putih, namun dengan genki ini, masakan jadi lebih sehat. Rasanya juga tidak kalah jika dibandingkan dengan nasi putih, apalagi ini juga memakai beras mix, jadi tidak hambar seperti jika hanya menggunakan beras merah,” pungkasnya.