Selama Pandemi, Perpusdes Sumber Ilmu Jalankan Sejumlah Inovasi
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
YOGYAKARTA — Perpustakaan Desa (Perpusdes) Sumber Ilmu yang berlokasi di desa Balecatur, Gamping, Sleman, melakukan sejumlah inovasi pelayanan bagi warga desa selama pandemi Covid-19 setahun terakhir.

Meniadakan hampir semua kegiatan tatap muka yang rutin dilakukan setiap minggunya guna mencegah penularan Covid-19, perpusdes terbaik nasional tahun 2019 ini, pun berupaya mengalihkan kegiatan secara online.
Salah satu kegiatan unggulan yang dijalankan secara online tersebut adalah program Sekolah Kamis. Program ini merupakan kegiatan yang mengajak ibu-ibu rumah tangga di setiap dusun untuk belajar berkarya dan membuat usaha. Mulai dari membuat makanan ringan, kerajinan tangan hingga bagaimana memanfaatkan media sosial untuk promosi usaha.
“Selama pandemi ini otomatis semua kegiatan maupun program yang biasanya digelar secara tatap muka tidak bisa dilaksanakan, sehingga kita ganti secara online. Karena kegiatan pemberdayaan ekonomi semacam inilah yang sebenarnya sangat dibutuhkan masyarakat selama pandemi,” ujar Kepala Perpusdes Sumber Ilmu, Prabowo, Kamis (06/05/2021).
Prabowo mengatakan sejak awal didirikan, Perpusdes Sumber Ilmu sendiri memang bertujuan menjadi perpustakaan yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, namun juga sebagai tempat berkarya. Hal itu sesuai dengan moto Perpusdes ini yakni ‘Maju Desaku Bersama Sumber Ilmu’.
“Kami ingin perpustakaan itu tidak hanya mengurusi soal literasi saja. Namun perpustakaan juga harus berkontribusi dalam memajukan desa. Baik itu di bidang pendidikan, pengetahuan bahkan di bidang ekonomi. Apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini. Persoalan ekonomi sangat vital bagi masyarakat,” katanya.
Selain menyediakan literasi terkait ide usaha, pengelolaan keuangan hingga strategi bisnis pada masyarakat, lewat pojok baca di sejumlah dusun. Perpustakaan Sumber Ilmu juga berupaya mendorong upgrade pengetahuan masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan, dengan penyediaan buku-buku terkait hal tersebut.
“Kami memaksimalkan pojok-pojok baca yang tersebar di sejumlah dusuh. Sehingga meski kunjungan ke perpustakaan kita batasi. Termasuk layanan perpus keliling juga kita hentikan. Namun masyarakat tetap bisa mengakses buku-buku bacaan dari perpusdes,” ungkapnya.
Sebagai upaya mendukung program pemerintah desa, Perpusdes Sumber Ilmu bekerjasama dengan pihak terkait, bahkan juga menjalankan fungsi kearsiapanya. Yakni dengan ikut menerima pendataan dan pelayanan pembuatan akta kelahiran hingga Kartu Identitas Anak (KIA).
“Sebagaimana awal tadi, kita ingin perpustakaan ini memiliki peran yang lebih luas bagi masyarakat. Bagaimana perpustakaan bisa ikut membantu dan memberikan dampak positif bagi masyarakat desa. Sehingga kita pun juga ikut menjalankan fungsi-fungsi lain di luar literasi. Seperti misalnya pendataan akte dan KIA ini. Terbukti, minat dan anino warga sangat tinggi,” ungkapnya.