Tingkat Kesembuhan COVID-19 di Sukabumi Melonjak

Update peta sebaran kasus COVID-19 di Kabupaten Sukabumi, Jabar, pada Senin (8/3/2021) – Foto Ant.

SUKABUMI – Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Sukabumi menyatakan, tingkat kesembuhan pasien COVID-19 di daerah tersebut pada Senin (8/3/2021) melonjak, bila dibandingkan kondisi beberapa hari sebelumnya.

“Pada Senin ini, jumlah pasien COVID-19 yang menjalani isolasi di rumah sakit rujukan yang sembuh mencapai puluhan orang,” kata Humas Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Sukabumi, Eneng Yulia, Senin (8/3/2021).

Menurutnya, pasien yang sembuh tersebut mencapai 21 orang. Mereka berasal dari Kecamatan Cisaat, Jampangkulon, Surade, Kebonpedes, Sukaraja, Parungkuda, Cikembar, Warungkiara, Cibadak, Sukabumi dan Cicurug.

Pada Minggu (7/3/2021), pasien yang sembuh sebanyak lima orang dan Sabtu (6/3/2021) ada delapan pasien dinyatakan sembuh. Dengan demikian, hingga saat ini total pasien yang masih menjalani isolasi sebanyak 133 orang. Dengan rincian 60 pasien isolasi di rumah sakit rujukan dan 73 pasien menjalani isolasi secara mandiri di rumahnya.

“Jika dipersentasekan tingkat kesembuhan pasien COVID-19 di Kabupaten Sukabumi mencapai 94,01 persen, namun persentase ini setiap harinya masih berfluktuasi, tergantung dari jumlah pasien yang sembuh dan warga yang terkonfirmasi positif,” ujarnya.

Lebih lanjut disebut Eneng, selain meningkatnya jumlah pasien yang sembuh, pada Senin (8/3/2021), ada delapan warga yang terkonfirmasi positif COVID-19. Lima orang dari Kecamatan Cicurug, dua orang dari Kecamatan Parungkuda dan satu orang dari Kecamatan Kapalanunggal.

Meskipun tingkat kesembuhan pasien melonjak dan sudah ada vaksin, diimbau warga tetap mematuhi dan disiplin menerapkan protokol Kesehatan, karena siapapun masih bisa tertular virus mematikan ini.

Kasus COVID-19 di Kabupaten Sukabumi pada Senin (8/3/2021), total warga yang positif sebanyak 3.728 pasien, sembuh sebanyak 3.508 pasien (94,01 persen), masih menjalani isolasi 133 pasien (3,57 persen) dan meninggal 87 pasien (2,33 persen). (Ant)

 

Lihat juga...