Sektor Pertanian Potensial untuk Pengembangan Produk UMKM

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JAKARTA — Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM), Victoria Simanungkalit mengatakan, sektor yang sangat potensial untuk digarap dalam pengembangan produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) adalah pertanian.

“Sektor pertanian ini trennya tetap positif di tahun 2020, angkanya berada di 2,15 persen. Angka ini sangat potensi untuk kebutuhan pangan di masa Covid-19,” ujar Victoria, dalam rilisnya yang diterima Cendana News, Senin (25/1/2021).

Menurut, UMKM merupakan sektor yang harus pulih lebih dulu, sehingga diperlukan kreativitas dan inovasi dalam pengembangan produknya.

Produk pertanian yang dibuat harus sesuai dengan keinginan pasar. Sehingga, produk yang diciptakan menjadi ekonomis dan efisien. Contohnya, sebut dia, komoditas buah tropic seperti pisang, manggis, nanas, dan buah lainnya.

“Produk pertanian ini harus dikembangkan, karena komoditas buah ini banyak dilirik negara lain,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, diperlukan konsolidasi lahan petani dengan cara mengajak para petani bergabung ke dalam koperasi. Sehingga tercipta konsep lahan rakyat yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani.

Dalam hal pengembangan produk UMKM sektor pertanian, Kemenkop UKM mendorong petani membuat kelembagaan bisnis dalam bentuk koperasi.

Koperasi juga dapat menjadi avalis dan offtaker bagi para petani. “Koperasi dapat menyerap produk petani terlebih dahulu, lalu menjual kembali kepada buyer atau market yang lebih luas lagi,” ujarnya.

Bahkan dari segi pembiayaan, koperasi yang dibentuk para petani, bisa mendapatkan bantuan pembiayaan dari LPDB (Lembaga Pengelolaan Dana Bergulir).

Pemerintah juga telah melakukan berbagai kolaborasi. Di antaranya, alokasi dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Rp123,46 triliun untuk UMKM.

Yakni, sebut dia, mulai restrukturisasi usaha hingga bantuan sosial produktif sebanyak 3,4 juta unit UMKM onboarding, Rp 303 triliun potensi pengadaan barang/jasa pemerintah (PBJP), dan Rp 35 triliun potensi belanja BUMN, dan kolaborasi 9 Agregator untuk pemenuhan 7 komoditas pangan masyarakat dari KUMKM melalui 9 Klaster pangan BUMN.

Victoria berharap masyarakat juga terlibat secara nyata dengan belanja produk UMKM yang diproduksi dari sektor pertanian sehingga perekonomian nasional bisa tetap bergulir.

Lihat juga...