Melatih Mental dengan Bermain Skateboard 

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Aksi bermain skateboard Muhammad Ezra Alfatih dengan lompatan dan gerakan rumit sangat memukau. Meskipun usianya baru 8 tahun, namun bocah ini mampu menguasai beberapa teknik dalam skateboard yang cukup mengesankan. 

Seperti kesimbangan tubuh, mendorong, berhenti, berbelok dan jatuh dilandasan skatepark. Al demikian panggilan bocah itu menebarkan aksi ekstrimnya di skatepark di bawah kolong flyover Pasar Rebo, Jakarta Timur pada Jumat (29/1/2021) sore.

Sesekali Al meluncur bersamaan dengan Aril, bocah seusianya yang juga mahir bermain skateboard. Aksi kedua bocah ini sukses melakukan berbagai trik. Salah satunya, trik Ollie, yakni gerakan melompat dan mendarat dengan papan. “Aril, ayo kita meluncur lagi,” ucap Al.

Al mengaku awal main skateboard belajar secara otodidak. Dengan melihat teman-teman seusianya bermain skateboard di jalan gang rumahnya di Jalan Poncol, Jakarta Selatan.

“Lihat teman yang main skateboard, saya tertarik olahraga ini, lalu belajar otodidak aja,” ujar Al kepada Cendana News, ditemui di skatepark di bawah kolong flyover Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jumat (29/1/2021).

Al mengaku rutin berlatih skateboard setiap hari dengan ditemani ayahnya Syarif Hidayat. “Saya tiap sore latihan di sini, ya awalnya sih main di jalanan gang rumah, tapi ayah ngajak latihan di sini, ternyata nyaman,” ujarnya.

Syarif Hidayat, sang ayah mengatakan, anaknya memang hobi skateboard, dan sering bermain bersama teman-temannya di jalanan.Namun karena dia merasa khawatir,  akhirnya Al diajak bermain skateboard di area olahraga ekstrim yang dibangun pemerintah DKI Jakarta ini.

“Main skateboard di jalanan, bagi saya khawatir, makanya saya ajak Al ke sini. Area skatepark ini lebih aman,” ujar Syarif kepada Cendana News.

Dengan bermain skateboard di sini,  menurutnya, Al bisa belajar pada senior-senior yang sudah mahir bermain skateboard. Karena setiap hari area ini selalu dipenuhi pengunjung yang merupakan komunitas skateboard.

Andika Dwi Cahyo meluncur di atas papan skateboard di landasan skatepark di bawah kolong flyover Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jumat (29/1/2021) sore. -Foto: Sri Sugiarti

Adapun manfaat bermain skateboard bagi anaknya menurut Syarif, adalah sangatlah jelas terlihat dari psikologisnya secara karakter mental Al menjadi kuat dan berani.

“Karena kan  harus banyak ngulik-ngulik belajar trik bermain skateboard. Jadi ketemu senior di sini, dia bisa bertanya. Dari yang tadinya pendiam, sekarang Al jadi ekspresif berani tanya ke seniornya tentang skateboard ini,” urainya.

Dengan berlatih rutin, kata Syarif agar Al lebih dapat menguasai trik bermain skateboard yang benar. Apalagi olahraga ekstrim ini memang menjadi pilihan anaknya, tentu sebagai orangtua, Syarif harus mendukung.

“Saya pribadi rutin setiap bada Asar nganter Al latihan di sini. Kegiatan ini sangat bermanfaat ya, karena kan anak sekolah juga PJJ, selesai nggak ada kegiatan paling main game dan nonton TV. Ya lebih baik diisi kegiatan olahraga,” ujarnya.

Begitu juga dengan Andika Dwi Cahyo (25) setiap sore sepulang kerja dia bermain skateboard.

“Saya sih main skateboard untuk ngilangin stres, abis kerja ke sini. Kalau Sabtu-Minggu mainnya pagi sampai siang,” ujar Cahya kepada Cendana News.

Bagi Cahyo manfaat main skateboard adalah bisa mengetahui trik-trik baru dalam skateboard. Bahkan kata dia, sifat sosial sesama orang yang bermain skateboard menjadi sangat tinggi.

“Alhamdulillah, kita jadi tahu lebih banyak trik skateboard, nambah teman dan sifat sosial kita sangat tinggi,” ujarnya.

Cahyo mengaku dia juga  belajar otodidak, kemudian sering berlatih bersama teman-temannya.

“Ini kan olahraga ekstrim, jadi ya harus hati-hati dan paham trik-triknnya. Kalau trik di skateboard itu belajar jatuh dulu. Kalau gerak gini, kakinya gimana jatuhnya dan badan jatuhnya gimana. Itu harus paham,” ujar pria usia 25 tahun ini.

Lihat juga...