Banyak Pengungsi di Lembata Belum Terdata
Editor: Makmun Hidayat
LEWOLEBA — Banyak pengungsi erupsi Gunung Api Ile Lewotolok yang tersebar di rumah-rumah warga yang berada di Kota Lewoleba, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) belum terdata secara lengkap di posko pengungsian.
Selain berada di posko pengungsi utama di bekas kantor Bupati Lembata, para pengungsi tersebar di 12 posko pengungsi lainnya seperti di aula kantor camat, desa, kelurahan, koperasi maupun los pasar di beberapa wilayah di Kota Lewoleba.
“Masih banyak pengungsi yang berada di rumah-rumah warga maupun kerabat yang ada di Kota Lewoleba belum didata secara lengkap,” kata Benediktus Bedil, Direktur LSM Barakat Lembata saat ditemui Cendana News di Posko Barakat di Kelurahan Lewoleba Timur, Kamis (3/12/2020).
Ben sapaannya mengatakan, pihaknya bersama Walhi NTT, Yayasan Tanah Ile Boleng dan beberapa relawan yang direkrut dari para pengungsi mencoba melakukan pendataan terhadap para pengungsi yang berada di rumah warga di Kelurahan Lewoleba Timur, Kecamatan Nubatukan, Kota Lewoleba.

Dirinya menyebutkan, sejak mendirikan Posko Barakat dan melakukan pendataan para pengungsi sejak Rabu (2/12/2020) pihaknya menemukan ternyata di Kelurahan Lewoleba Timur saja terdapat banyak sekali pengungsi yang berada di rumah warga.
“Saat melakukan pendataan kami menemukan banyak sekali pengungsi yang berada di rumah warga.Ada yang dalam satu rumah saja terdapat 70 orang pengungsi dan mereka mengaku belum didata oleh pihak kelurahan,” ungkapnya.
Ben menyebutkan, para pengungsi ini ada yang belum mendapatkan bantuan bahan makanan dan ada yang berinisiatif sendiri mendata dan menyerahkan ke posko pengungsi utama di bekas kantor Bupati Lembata namun hanya mendapatkan bahan makanan yang sangat terbatas sekali.
Lelaki asal Ile Ape yang keluarganya pun mengungsi ini mengaku tergerak melakukan pendataan secara menyeluruh agar bisa memberikan bantuan secara tepat dan sesuai dengan kebutuhan para pengungsi tersebut.
“Kami fokus melakukan pendataan pengungsi di rumah warga terutama kepada kelompok rentan seperti bayi, balita, ibu hamil dan disabilitas. Tapi semua pengungsi di rumah warga tetap kami data agar bisa diketahui jumlah dan kebutuhan mereka sehingga kami bisa intervensi dengan memberikan bantuan,” ucapnya.
Ben menegaskan Posko Barakat akan melakukan pendataan pengungsi di kelurahan lainnya setelah pengungsi di Kelurahan Lewoleba Timur sudah selesai didata semua sehingga bantuan yang datang bisa langsung didistribusikan ke alamat pengungsi.
Sementara itu Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur mengatakan pihaknya sedang melakukan pendataan terhadap para pengungsi yang tersebar di rumah-rumah warga di Kota Lewoleba.
Yentji meminta agar para pengungsi yang berada di rumah-rumah warga agar mengungsi di posko-posko pengungsi yang disiapkan pemerintah agar bisa memudahkan dalam penanganannya termasuk pendataannya.
“Kami menghimbau agar para pengungsi baik dari wilayah Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur yang berada di rumah warga agar bisa bergabung di posko pengungsian yang disediakan pemerintah.Ini untuk mempermudah dalam penanganannya oleh para petugas termasuk menyediakan kebutuhan mereka,” imbaunya.