Mulai Minggu Malam, AS Larang TikTok dan WeChat

JAKARTA – Pemerintahan Donald Trump pada Jumat waktu setempat mengumumkan, bahwa mereka melarang TikTok dan WeChat ada di toko aplikasi di negara itu mulai Minggu malam, sebuah langkah yang mengindikasikan memburuknya hubungan Amerika Serikat dengan Cina.

Pejabat administrasi menyebut, larangan itu diperlukan untuk melindungi keamanan nasional dan mencegah Beijing mengeksploitasi aplikasi untuk mengumpulkan data pengguna atau menyebarkan propaganda.

Tetapi, tindakan tersebut menuai kritik cepat dari para pembela Amandemen Pertama, seperti American Civil Liberties Union, bahkan dari saingan TikTok, Instagram.

Pejabat pemerintahan saat ini dan sebelumnya mengatakan, mereka tidak dapat mengingat contoh masa lalu dari pemerintah AS yang melarang teknologi informasi dalam skala ini, praktik yang lebih umum di negara-negara otoriter seperti Cina, di mana Facebook, Google, Twitter dan aplikasi Barat lainnya dilarang.

TikTok telah berkembang pesat di Amerika Serikat, memiliki sekitar 100 juta pengguna setiap tiga bulan. Sedangkan WeChat sekitar 3,3 juta pengguna aktif bulanan per Agustus, menurut penyedia analitik App Annie.

Orang-orang tampak terburu-buru mengunduh WeChat pada hari Jumat, sebelum larangan diberlakukan. WeChat naik ke No. 100 pada Jumat sore di antara aplikasi iPhone gratis di App Store AS, dari No. 1.385 pagi itu, menurut penyedia data Sensor Tower.

Larangan itu datang hanya beberapa minggu sebelum pemilihan presiden AS yang kontroversial, di mana Cina sering menjadi sasaran bagi Presiden Trump dan kandidat Demokrat Joe Biden, mulai dari diskusi tentang pandemi virus Corona hingga teknologi dan perdagangan.

Langkah ini juga mengikuti tindakan AS selama berbulan-bulan yang bertujuan untuk melawan Cina di berbagai bidang, dan itu mungkin merupakan tanda paling jelas, bahwa Amerika Serikat meninggalkan kebijakan keterlibatan selama beberapa dekade dengan Cina.

“Tindakan hari ini sekali lagi membuktikan, bahwa Presiden Trump akan melakukan segala daya untuk menjamin keamanan nasional kita, dan melindungi Amerika dari ancaman Partai Komunis Cina,” kata Menteri Perdagangan, Wilbur Ross dalam sebuah pernyataan.

WeChat adalah aplikasi perpesanan paling populer di Cina. Dengan basis pengguna bulanan 1 miliar, di bawah Facebook dan WhatsApp. (Ant)

Lihat juga...