Masuk Kemarau, Petani di Purbalingga Mulai Kesulitan Pasokan Air

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

PURBALINGGA — Sejak memasuki musim kemarau Juli lalu, beberapa petani di Kabupaten Purbalingga mengeluhkan minimnya air, sehingga hasil panen tak maksimal.

“Mulai minggu kedua bulan Juli, air untuk pengairan sudah mengering, sementara sudah masuk kemarau. Kemarin sempat turun hujan dua hari, namun hanya sebentar jadi kurang begitu berpengaruh terhadap tanaman,” kata salah satu petani, Sugianto, Senin (17/8/2020).

Lebih lanjut Sugianto menjelaskan, sawah yang ditanaminya, sebelum masuk kemarau bisa menghasilkan hingga 5,5 ton per hektare. Namun, saat ini jika melihat kondisi tanaman, kemungkinan hasil panen tidak lebih, bahkan kemungkinan masih di bawah 5 ton.

“Sebenarnya ada sebagian tanaman padi yang belum penuh bulir padinya, masih harus menunggu beberapa hari lagi, namun karena kondisi tanah yang kering, daripada nanti tanaman mati, sehingga kita panen lebih dini,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian (Dinpertan) Kabupaten Purbalingga, Mukodam mengatakan, puncak panen di Kabupaten Purbalingga pada April lalu, saat belum masuk musim kemarau. Luas lahan pertanian yang panen mencapai 4.783,9 hektare. Setelah itu, luasan panen sudah mulai menurun. Pada bulan Mei misalnya, luas panen padi hanya 3,934,5 hektare dan pada bulan Juni 3.041,4 hektare.

“Bulan Juli kemarin, luasan lahan yang panen sudah sedikit, hanya 1.674,1 hektare,” terangnya.

Memasuki musim kemarau ini, lanjut Mukodam, pihaknya mendorong para petani untuk melakukan percepatan tanam, bagi yang sawahnya masih ada persediaan air irigasi. Untuk petani yang memiliki lahan tadah hujan, disarankan untuk menanam palawija.

“Kita sudah sarankan para petani untuk menerapkan sistek pethuk atau menyemai benih sebelum panen, sehingga begitu panen, petani bisa langsung mengolah sawah, karena sudah menyemai benih terlebih dahulu,” tuturnya.

Menurutnya, banyak petani yang menjalankan saran dari Dinas Pertanian, hal ini terlihat masih banyaknya petani yang menanam padi pada Juni-Juli. Dimana luasan tanam pada Juli di Kabupaten Purbalingga mencapai 4.801,7 hektare dan pada Juli saat sudah masuk kemarau, luasan tanam padi ada 3.674 hektare.

“Untuk musim tanam II ini, luasan tanam paling banyak pada bulan Juni dan masuk bulan Juli sudah mulai menurun, karena beberapa wilayah sudah mulai mengalami kesulitan air,” jelas Mukodam.

Lihat juga...