Bulog Sultra Kuasai Beras 8.000 Ton
KENDARI – Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra), saat ini menguasai 8.000 ton beras, yang dibeli dari hasil panen petani setempat.
Kepala Bulog Kanwil Sultra, Ermin Tora mengatakan, stok beras yang dikuasai Bulog saat ini dapat memenuhi permintaan rutin untuk lima sampai enam bulan ke depan. “Pasokan beras ke gudang Bulog yang tersebar di daerah-daerah sentra produksi melalui pengusaha mitra berjalan normal,” kata Ermin, di Kendari, Senin (24/8/2020).
Sedangkan serapan pembelian beras hingga Senin (24/8/2020), sudah mencapai sekira 17.600 ton, atau jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama di tahun lalu yang hanya sekira 6.000 ton. “Bulog menjamin ketersediaan stok untuk memenuhi permintaan konsumen maupun keperluan operasi pasar, bantuan sosial pemerintah maupun permintaan kebutuhan Lapas maupun Rutan,” tandasnya.
Bulog Kanwil Sultra di 2020 ditargetkan membeli beras petani sebanyak 24.500 ton. Jumlahnya meningkat signifikan dibandingkan periode 2019 yang hanya sebanyak 18.000 ton. Bulog melalui mitranya yang ada di sentra-sentra produksi, membeli beras petani berdasarkan keputusan pemerintah seharga Rp8.300 per-Kg, atau mengalami kenaikkan dibandingkan periode 2019 yang hanya seharga Rp8.030 per-Kg. Adapun standar kualitas beras pembelian Bulog, yakni kadar air paling tinggi 14 persen, derajat sosoh paling sedikit 95 persen, butir patah paling tinggi 20 persen, dan butir menir paling tinggi 2 persen. (Ant)