Siswa di Agam Berjuang Cari Sinyal Untuk Belajar Daring

Editor: Koko Triarko

AGAM – Tidak semua siswa di tanah air bisa melangsungkan belajar jarak jauh secara daring dengan mudah. Di Sumatra Barat, tepatnya di Palupuah, Kabupaten Agam, ada siswa yang harus mencari titik sinyal internet, untuk bisa mengerjakan tugas-tugasnya secara daring.

Fade Adrian, siswa kelas 1 SMP Negeri Palupuh, mengatakan, di desanya sudah lama tidak memiliki jaringan internet. Kini dengan adanya kebijakan belajar jarak jauh atau daring, Fade Adrian harus mencari cara supaya tetap bisa belajar.

Entah bagaimana caranya, Fade dan siswa lainnya, bisa menemukan kawasan pinggang perbukitan di Palupuah itu, hingga kini ada sebuah pondok yang didirikan sebagai tempat berteduh, selama belajar secara daring.

“Kalau di rumah kami, tidak ada jaringan internet. Kalau di sini ada. Jadi, kami belajar di sini saja,” katanya, Rabu (29/7/2020).

Di pondok kecil yang dibuat secara darurat itu, Fade Adrian tidak sendirian, selain dia, juga ada Solia, kelas 1 SMA Negeri Palupuh, yang juga belajar di titik ‘keramat’ sinyal internet itu.

Solia menceritakan, setiap mau pergi ke tempat keberadaan sinyal internet itu, ia meminta izin ke dua orang tuanya. Bahkan, ia juga ditemani oleh orang tuanya, demi menjaga keamanan, mengingat berada di kawasan yang sepi penduduk.

Keberadaan anak-anak yang belajar daring di kawasan pinggang perbukitan di Palupuah itu, mengundang perhatian dari Pemprov Sumatra Barat.

Wakil Gubernur Nasrul Abit pun mendatangi langsung dan melihat keadaan para siswa Palupuah yang belajar di pondok tersebut. Wagub mengaku prihatin dengan kondisi itu, karena masih ada siswa di Sumatra Barat yang kesulitan mengikuti proses belajar secara daring, di zaman yang dapat dikatakan serba teknologi. Persoalan yang ada di daerah Palupuah, adalah tidak adanya akses atau sinyal internet.

“Saya kagum dengan semangat anak-anak di sini. Mungkin di daerah perkotaan enak belajar di rumah langsung, berteduh. Tapi, di sini mereka harus keluar dari rumah dan mendaki perbukitan,” ujar dia.

Dari wajahnya, Wagub terlihat sangat tersentuh saat melihat secara langsung, bagaimana siswa mencari titik spot yang dapat sinyal seluler, agar bisa belajar secara daring.

Ketika disapa, anak-anak yang berada di pondok darurat itu, terlihat malu saat didatangi oleh orang nomor dua di Sumatra Barat itu.

Nasrul Abit menyatakan, agar kondisi itu segara ada solusinya, telah menyampaikan ke Dinas Komunikasi dan Informatika Sumatra Barat. Sebab, persoalan jaringan telekomunikasi adalah wewenang Diskominfo.

“Saya rasa kondisi blank spot area itu tidak hanya di Nagari Pagadih Agam saja. Kalau tidak salah, ada 404 titik daerah di Sumatra Barat yang masih blank spot,” sebutnya.

Lihat juga...