Pasca Uji Coba, Lokawisata Baturaden Belum Dibuka Lagi

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BANYUMAS — Setelah dibuka untuk uji coba selama dua hari, akhir pekan lalu, sampai dengan hari ini Lokawisata Baturaden belum dibuka kembali. Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas masih menunggu kesiapan aplikasi, terutama untuk pembayaran non tunai.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Asis Kusumandani di Purwokerto. (FOTO : Hermiana E.Effendi)

“Kemungkinan minggu depan baru dibuka Lokawisata Baturaden, karena aplikasinya belum siap seluruhnya,” kata Kepala Dinporabudpar Kabupaten Banyumas, Asis Kusumandani, Minggu (5/7/2020).

Menurut Asis, untuk tempat wisata yang dikelola pemerintah daerah, banyak persyaratan yang harus dipenuhi, sehingga membutuhkan kesiapan yang lebih lama. Aplikasi yang dimaksud belum siap adalah aplikasi Mas Basid (Banyumas Bebas Covid), sebagai tempat pemesanan dan pembayaran tiket masuk.

“Aplikasi ini milik Dinas Komunikas dan Informasi (Dinkomunfo) Kabupaten Banyumas dan untuk pembayarannya harus langsung terkoneksi dengan pihak perbankan, karena pertanggungjawaban keuangannya juga harus jelas. Sehingga semua masih disiapkan,” terangnya.

Rencananya, pembukaan Lokawisata Baturaden pekan depan akan dibarengi sekalian dengan pembukaan kembali wisata Taman Andhang Pangrenan yang berada di bekas termina Purwokerto, Kecamatan Purwokerto Selatan, Taman Balai Kemambang di Kecamatan Purwokerto Utara dan Pangsa Soedirman di Kecamatan Karanglewas.

Ketiga objek wisata tersebut juga sudah mempersiapkan standar operasional prosedur (SOP) masuk ke lokasi wisata, seperti menyediakan tempat cuci tangan dan sabun, serta pengukuran suhu tubuh pengunjung.

Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata Dinporabudpar Kabupaten Banyumas, Wakhyono mengatakan, selama uji coba pembukaan Lokawisata Baturaden kemarin, dari 500 buah tiket gratis yang disediakan, hanya terpakai 315 buah. Yaitu sebanyak 136 pengunjung pada hari pertama dan 179 pengunjung pada hari kedua.

Selain karena pendeknya waktu sosialiasasi uji coba, beberapa pengunjung yang sudah boking tiket juga banyak yang tidak datang. Wakhyono mencontohkan, ada rombongan yang pesan tiket sampai 28 buah, namun ternyata yang datang pada hari H hanya 4 orang.

“Kalau di aplikasi Mas Basid, jika boking tiket sudah full 500, sesuai dengan yang kita sediakan, maka pengunjung yang lain tidak bisa lagi memesan tiket. Waktu uji coba dua hari minggu kemarin, banyak pengunjung yang memesan tiket secara rombongan, ada yang 10 orang, 20 orang dan sebagainya. Tetapi ternyata mereka tidak datang semua, sehingga banyak tiket yang tidak terpakai, meskipun di aplikasi sebenarnya tiket tersebut statusnya sudah dipesan,” jelasnya.

Lihat juga...