KJK Sikka Rutin Edukasi Warga di Daerah Terpencil
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
MAUMERE – Setiap minggu sekali Komunitas Jalan Kaki (KJK) Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), melakukan perjalanan mengunjungi kampung-kampung yang terpencil, baik masyarakatnya tinggal di dalam hutan maupun di wilayah yang sulit dijangkau kendaraan bermotor.
Dalam menyambangi sebuah kampung, KJK Sikka selalu melakukan aksi sosial seperti pemeriksaan kesehatan gratis, subsidi pakaian bekas layak pakai serta mengajari anak-anak sekolah dasar membaca, menulis dan menggambar.
“Kita ingin agar saat mengunjungi sebuah kampung atau desa terpencil sekalian bisa melakukan aktivitas sosial di wilayah tersebut,” sebut Tovik Koban, salah saeorang anggota KJK Sikka ,NTT, Rabu (1/7/2020).
Tovik menyebutkan, anggota komumitas ini berasal dari beragam profesi baik wartawan, tenaga medis, pengusaha, Aparatur Sipil Negara, TNI, LSM, pegiat lingkungan, pemilik sanggar baca dan pegiat literasi serta lingkungan.
Hal ini sebutnya menjadi modal bagi komunitas sehingga dengan kemampuan dan keahlian yang dimiliki akan bisa membantu masyarakat di wilayah tersebut.
“Saat ke Kampung Wairbukan Sabtu (27/6/2020) lalu kami mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis, membagi alat tulis, pakaian bekas. Kami juga mengajarkan anak-anak membaca, menulis dan bermain bersama,” ungkapnya.
Selain itu tambah Tovik, semua kegiatan didokumentasikan termasuk awak media yang ikut serta memberitakan kondisi riil yang ditemui di Kampung Wairbukan.
“Kami berharap agar pemerintah bisa memberikan perhatian dengan membuka akses jalan dan sekolah agar warga di hutan lindung ini merasa diperhatikan pemerintah,” harapnya.
Anggota komunitas lainnya, dr. Nur Kartika, mengatakan, selain memeriksa kesehatan dan memberikan edukasi mengenai kesehatan dirinya juga bersama komunitas KJK Sikka membagikan masker.

dr. Nur Kartika mengaku senang bisa melayani warga di Kampung Wairbukan yang tinggal di dalam kawasan hutan lindung, sekalian membagikan masker yang diperoleh dari rekan LSM Sandi Florata dari Yayasan Kemitraan di Jakarta.
“Saya senang ada banyak kegiatan positif yang dilakukan bersama warga di kampung terpencil. Masyarakat juga sangat antusias menyambut kedatangan kami bahkan anak-anak sekolah dasar pun mengenakan seragam sekolah,” ungkapnya.
Anggota komunitas lainnya, Jedison Joseph dari Rumah Baca Akar Maumere, mengaku senang, bisa kembali menyambangi Kampung Wairbukan di Kecamatan Waigete dan bisa berbagi ilmu dengan anak-anak sekolah dasar di sana.
Jedison mengaku, sudah 2 kali mengunjungi lokasi ini untuk mengajar anak-anak membaca, beryanyi dan bermain bersama. Dirinya mengaku ada perkembangan saat ini dimana anak-anak sudah mulai bisa menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
“Dulu pertama kali datang ke sini anak-anak saat diminta menyanyikan lagu Indonesia Raya banyak yang tidak bisa. Saat ini sudah banyak yang mulai bisa menyanyikan dan anak-anak juga sudah mulai berani berbicara,” ujarnya.