Ballon d’Or 2020 Positif Ditiadakan
JAKARTA – Penghargaan pemain terbaik dunia versi majalah Prancis, France Football, Ballon d’Or 2020, positif akan ditiadakan. Hal itu telah diumumkan melalui laman resminya.
“Pada situasi-situasi luar biasa, peraturan-peraturan luar biasa. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, yang dimulai pada 1956, Ballon d’Or France Football tidak akan dianugerahkan pada 2020, karena tidak terdapat kondisi adil yang cukup,” demikian pernyataan France Football, Senin (20/7/2020).
“(Lionel) Messi dan (Megan) Rapinoe (serta Mattijs) De Ligt dan Alisson), akan harus menunggu selama setahun. Para pemenang edisi terakhir Ballon d’Or tidak akan memiliki suksesor pada akhir tahun,” tulis pernyataan tersebut lebih lanjut.
Rapinoe merupakan pemenang Ballon d’Or sebagai pesepak bola putri terbaik 2019, De Ligt merupakan pemenang Trofi Kopa sebagai pemain terbaik di bawah 21 tahun, dan Alisson memenangi Trofi Yashin sebagai kiper terbaik.
France Football merinci alasan mereka tidak memberikan penghargaan itu di 2020. Pertama, karena tidak ada tahun tunggal kompetisi, yang dapat diperlakukan seperti tahun biasa. Kedua, karena Ballon d’Or bukan hanya menjunjung nilai olahraga, namun juga keteladanan, solidaritas, dan tanggung jawab.
Hal yang menjadi sorotan France Football sebagai pihak yang menganugerahkan bola emas, yakni bergulirnya kompetisi di berbagai negara tidak dapat menjadi patokan. Ada kompetisi yang diperpendek, dan ada juga yang lebih panjang. Sehingga sulit untuk menghitung statistiknya secara adil. Selain itu dari segi penghitungan, hanya Januari dan Februari yang dapat dipakai untuk menilai kinerja para pemain. Jumlah yang terlalu sedikit.
Terakhir, dari 220 juri yang tersebar di seluruh dunia, sebagian di antaranya mungkin terdistraksi atau fokusnya teralihkan akibat pandemi. (Ant)