Personel Gabungan Evakuasi Korban Banjir di Bandar Lampung
Editor: Makmun Hidayat
LAMPUNG — Basarnas Lampung bersama tim SAR gabungan evakuasi korban banjir di Bandar Lampung. Hujan deras yang berlangsung sejak dini hari berimbas sejumlah permukiman warga terendam. Permukiman warga di dekat Sungai Kalibalau dan sejumlah sungai di Bandar Lampung terdampak luapan banjir.
Jumaril, Kepala Basarnas Lampung menyebut hujan deras mulai mengguyur sejumlah wilayah di Bandar Lampung. Ketinggian air saat banjir disebutnya bervariasi mulai 80 cm hingga 100 cm terutama di wilayah yang berada di dekat sungai. Ia menyebut banjir berada di sejumlah titik meliputi Sukarame, Kalibalok, Kedaton.
Proses evakuasi pertama disebutnya dilakukan terhadap satu keluarga di Jalan Tupai, Gg. Manggis, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung. Salah satu warga bernama Heni melaporkan bahwa rumahnya tergenang banjir dan meminta bantuan untuk evakuasi. Dalam rumah tersebut terdapat sebanyak tujuh orang anggota keluarga yang membutuhkan bantuan evakuasi.
“Menanggapi laporan tersebut tim Basarnas Lampung mengirimkan satu tim rescue berjumlah tujuh orang untuk menuju lokasi dan melaksanakan evakuasi dengan menggunakan perahu karet,” terang Jumaril dalam keterangannya di Bandar Lampung, Jumat (12/6/2020).

Jumaril menambahkan selain evakuasi di wilayah Kedaton, personel Basarnas juga dibagi dalam tim lain. Sebab imbas banjir sejumlah warga di wilayah Kalibalau juga membutuhkan proses evakuasi. Proses evakuasi di wilayah Kalibalau masih dilakukan sebagai wilayah yang merupakan daerah terdapak banjir cukup parah.
Selain melibatkan unsur TNI, Polri, sebagian masyarakat di wilayah tersebut juga ikut membantu proses evakuasi. Sebagian warga memilih memindahkan barang barang ke lokasi yang lebih tinggi untuk mencegah kerusakan.
“Sebagian warga memilih untuk melakukan evakuasi mandiri namun dibantu personil melakukan evakuasi bagi anak anak dan wanita,” terang Jumaril.
Habibah, warga Jalan Tupai, Kecamatan Kedaton menyebut hujan deras yang mengguyur berimbas air menggenang permukiman. Banjir yang terjadi sejak pagi di beberapa titik mengakibatkan warga sementara mengungsi ke tempat yang aman. Ia menyebut banjir kali ini merupakan yang terparah dibandingkan bulan sebelumnya.
Ia dan sejumlah warga lain menyebut sulit melakukan evakuasi barang akibat banjir. Sebagian warga terutama laki laki memilih tetap bertahan di rumah untuk mengamankan barang berharga. Proses evakuasi diprioritaskan bagi para wanita dan anak anak yang membawa barang seperlunya.
Selain Basarnas Lampung, penanganan banjir di sejumlah wilayah di Bandar Lampung dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Posko penanganan didirikan termasuk mendirikan dapur umum lapangan untuk membantu warga terdampak banjir. Proses pendataan rumah dan warga terdampak terus dilakukan oleh BPBD ota Bandar Lampung.