Museum Geologi Bandung Siapkan Program Virtual

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BANDUNG — Walaupun belum dapat memberikan kepastian kapan Museum Geologi Bandung kembali dibuka untuk kunjungan, tapi langkah-langkah persiapan sudah mulai dilakukan. Museum Geologi Bandung tetap melakukan beberapa program yang sudah dijalankan selama program WFH.

Staf Edukasi dan Promosi Museum Geologi Bandung Torry Agus Prianto saat dihubungi, Minggu (14/6/2020) – Foto Ranny Supusepa

Staf Edukasi dan Promosi Museum Geologi Bandung, Torry Agus Prianto menyatakan, dalam beberapa hari lalu sudah dilakukan penyemprotan disinfektan pada sebagian area museum.

“Kalau penyemprotan kita lakukan untuk showcase, etalase dan area pengunjung saja. Kemarin itu kita mendapatkan sumbangan disinfektan dari salah satu nara sumber sebanyak 35 liter dan kita lakukan selama satu hari. Ini sudah kita lakukan juga di awal pandemi, sekitar awal Maret,” kata Torry saat dihubungi, Minggu (14/6/2020).

Koleksi fosil, lanjutnya, tidak disemprot oleh disinfektan. Karena ditakutkan bisa mempengaruhi kondisi fosil.

“Fosil itu kondisinya rentan. Ada efeknya. Bahkan, area fosil ini tidak menggunakan AC. Kalau yang replika, itu gak pengaruh. Tapi kalau yang asli, itu pengaruh,” ujarnya.

Torry menyebutkan museum sudah mengambil langkah antisipasi, sekitar dua minggu sebelum program WFH, yaitu dengan menutup museum dari kunjungan.

“WFH itu dimulai pertengahan Maret. Kita sudah tiadakan program kunjungan sejak awal Maret. Jadi sebenarnya, kecil kemungkinan ada virus yang menempel di koleksi. Tapi tetap kita lakukan antisipasi,” ucapnya.

Setelah dilakukan penutupan museum dari pengunjung dan pemberlakuan WFH, ia menyebutkan museum mulai menyelenggarakan program webinar dan pengenalan museum secara online.

“Saat ini, walaupun belum diputuskan kapan museun kembali dibuka, tapi kami sudah mulai melakukan diklat bagi para staf. Ini sebagai refresh buat para staf, karena sudah beberapa lama bekerja di rumah,” ucapnya lagi.

Ia menyatakan bahwa dari pihak Kementerian Energi dan Sumber Daya (ESDM) dan pimpinan museum belum ada perintah kunjungan.

“Kunjungan di museum bisa mencapai 2.000 hingga 5.000 per hari atau jika diakumulasikan, itu bisa sekitar 600.000 per tahun. Sehingga kita saat ini sedang mempersiapkan SOP dan Protokol Kesehatan. Mengingat jumlah kunjungan tersebut,” paparnya.

Disebutkan juga, pihak Museum Geologi Bandung sudah mempersiapkan program untuk bulan Juni ini.

“Ada program virtual museum melalui channel IG kita. Yang memungkinkan pengunjung bisa mengunjungi museum melalui IG dan ada pemandu juga. Webinar juga akan tetap dilakukan yang disertai dengan video virtual. Kemungkinan sih delay video, karena kalau live agak susah kalau kita keliling museum sambil webinar,” urainya.

Untuk peminat dari pihak sekolah yang menginginkan tur sekolah, Torry menyatakan sudah mempersiapkan alternatif kegiatan.

“Ada pembicaraan terkait video yang bisa diakses di youtube atau bisa juga kita kirimkan berupa file yang didasarkan atas permintaan dari sekolah. Tapi ini memang masih kita bicarakan lebih lanjut, terkait skemanya,” pungkasnya.

Lihat juga...