Koperasi di Sumbar Tetap Aman dari Gempuran Covid-19
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
PADANG – Kabar menggembirakan datang dari koperasi di Sumatera Barat, meski dalam suasana Covid-19 tidak ada satu pun koperasi yang tutup. Malahan dalam kondisi perekonomian yang lagi turun ini, sejumlah koperasi bisa bertahan.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat, Zirma Yusri, mengatakan, koperasi di Sumatera Barat sampai saat ini masih baik-baik saja, dan tidak ada laporan koperasi yang tutup selama berlangsungnya wabah Covid-19.
Ia menyatakan bukti koperasi di Sumatera Barat masih baik-baik saja, tercatat jumlah koperasi yang aktif mencapai 3.805 unit koperasi. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi koperasi dalam keadaan baik-baik saja.
“Saya awalnya khawatir juga, bagaimana kondisi koperasi di Sumatera Barat ini bisa bertahan dalam masa-masa wabah Covid. Ternyata kabarnya mengejutkan juga, koperasi tetap jalan, begitu juga untuk RAT (rapat anggota tahunan), dan bahkan ada kegiatan koperasi berbagi,” katanya, Rabu (3/6/2020).
Zirma menjelaskan meski dari sisi keberlangsungan koperasi baik-baik saja, yang namanya dampak tentu dirasakan. Seperti halnya yang biasanya anggota koperasi bisa beraktivitas normal dalam menjalankan simpan pinjam, sekarang terhenti dulu.
Belum lagi soal pembayaran kredit anggota koperasi, sekarang harus mengambil kebijakan mengundur pembayaran kredit hingga 6 bulan. Nah, hal semacam ini ternyata masih membuat koperasi yang aktif tetap bertahan.
“Yang terdampak itu kebanyakan koperasi yang berada di daerah perkotaan. Kalau untuk koperasi di pedesaan bisa dikatakan tidak begitu terlihat dampaknya. Paling di sisi ekonomi, kalau pelayanan saat di koperasi baik-baik saja,” ujarnya.
Menurutnya, hal yang perlu dibantu kini ialah mendorong pelaku UMKM tetap bisa bertahan. Dari sisi koperasi baik-baik saja, maka dari sisi UMKM yang pada umumnya banyak menjadi anggota dari sebuah koperasi, juga perlu untuk diberi stimulan.
Tetapi, persoalan stimulan itu, diakui Zirma, belum ada jalan yang mulus. Sebab, dalam kondisi penanganan Covid-19 ini, segala bentuk anggaran banyak dialihkan untuk penanganan Covid-19.
“Setidaknya hal yang bisa kita berikan solusi ialah melakukan penjualan produk secara online, seperti adanya marketplace yang diinisiasi oleh Diskop dan UKM Sumatera Barat yaitu aplikasi bajojo.id. Di sana disediakan secara khusus bagi pelaku UMKM untuk menjual produk-produk UMKM,” sebut dia.
Untuk itu mengingat Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menuju New Normal, maka UMKM ini perlu juga mempersiapkan untuk menjalani masa-masa New Normal dalam menjalani berbagai usaha. Intinya, pada New Normal kondisinya akan memberikan kemudahan kepada pelaku UMKM, dibandingkan dalam penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).
“Saya berharap setelah nantinya diberlakukannya New Normal, koperasi dan UMKM di Sumatera Barat bangkit lagi. Penjualan dan segala bentuk usahanya lebih baik lagi,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang UKM, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat, Nasrizal, menjelaskan, terkait aplikasi bajojo.id jumlah merchant (toko) UMKM yang terlibat telah mencapai angka sekitar 1.000 lebih. Dimana dari toko yang tersedia itu, ada sebanyak 2.000 pengguna.
“Data-data ini terlihat selama bazar online yang digelar pada Ramadan kemarin. Sampai sekarang alhamadulilah kondisi masih sama, dan tentunya kita berharap para pelaku UMKM dapat memanfaatkan dengan baik aplikasi bajojo itu,” sebutnya.
Nasrizal tidak memungkiri bahwa selama adanya wabah Covid-19 ini turut membuat sejumlah pelaku UMKM harus tutup toko sementara waktu. Ada sekitar 400 ribu UMKM di daerah itu yang terdampak Covid-19.
“Saat ini ada sekitar 593 ribu UMKM di Sumatera Barat, ada 80 persennya yang kini terdampak atau jumlahnya itu sekitar 400 ribu UMKM. Mereka mau tidak mau harus berhenti berusaha dulu, demi menjaga kesehatan dari ancaman wabah Covid-19,” ungkapnya.
Untuk itu solusi dari pemerintah saat ini ialah memanfaatkan bajojo yakni berjualan secara online saja. Meski secara kondisi tidak sama dengan berjualan secara tatap mungka. Setidaknya ada sedikit banyak membantu pemasukan untuk usaha tersebut.