Disdag Semarang Gelar Tes Massal di 24 Pasar Tradisional
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
SEMARANG – Pandemi covid-19 kembali menyebar di pasar tradisional Kota Semarang. Per hari ini, Jumat (12/6/2020), Pasar Wonodri ditutup hingga Minggu (14/2/2020). Penutupan ini menjadikannya sebagai pasar ke-7, yang dikarantina karena ada temuan kasus positif covid-19 di kalangan pedagang.
“Sekali lagi, kita menutup sementara pasar tradisional yang ditemukan kasus positif covid-19. Penutupan pasar Wonodri ini menjadi yang ke-7, setelah pasar Rejomulyo, Rasamala atau Jati, Prembaen, Karimata, Karangayu dan Mangkang,” papar Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Semarang, Fravarta Sadman di Semarang, Jumat (12/6/2020).
Ditandaskan, munculnya kasus positif covid-19 di pasar tradisional tersebut, dikarenakan pihaknya terus menggelar rapid atau pun swab test kepada pedagang dan pengunjung pasar.
“Sejauh ini sudah ada 24 pasar tradisional di Semarang yang kita lakukan tes massal. Mereka yang positif ini, sebelumnya masuk dalam kategori OTG atau orang tanpa gejala. Begitu kita test ternyata reaktif,” terangnya.
Fravarta menambahkan, pihaknya juga melakukan upaya pencegahan. Termasuk melengkapi semua pasar tradisional dengan tempat cuci tangan, hingga penerapan protokol kesehatan.
“Kita juga memasang mika plastik sebagai pembatas antar pedagang, dan pembeli. Meski ini belum semua. Kita juga sedang mengupayakan ketersediaan pelindung wajah atau face shield bagi pedagang melalui kerjasama CSR,” lanjutnya.
Namun, menurutnya, hal utama yang harus ditanamkan yakni disiplin diri.
“Kepada pedagang atau pengunjung, mari kita jaga bersama kesehatan kita masing-masing, jaga keluarga kita, dengan disiplin menaati protokol kesehatan. Jangan menggampangkan atau meremehkan,” tandasnya.
Terpisah, Kepala UPT Pasar Wonodri Semarang, Ahmad Munif, menjelaskan, penutupan pasar dilakukan menyusul hasil swab test menunjukkan ada 5 pedagang yang positif covid-19.

“Selanjutnya, kemarin (Kamis-red) dilakukan pelacakan kepada 30 orang pedagang Pasar Wonodri, yang memiliki riwayat kontak dengan 5 orang kasus positif tersebut. Hasilnya belum diketahui, namun sembari menunggu hasil, pasar ditutup dan disterilkan,” paparnya, di sela penutupan pasar.
Dipaparkan, penutupan juga dilakukan di sejumlah ruko dan kios yang ada di sekitar Pasar Wonodri Semarang.
“Sudah disampaikan langsung oleh Pak Camat, agar toko-toko di sekitar pasar juga ditutup untuk disterilkan, dengan penyemprotan disinfektan,” tambahnya.
Sementara, Camat Semarang Selatan, Eko Yuniarto, menambahkan, pihaknya langsung memerintahkan jajarannya, untuk berkoordinasi dengan Dinas Pasar Kota Semarang dan instansi lainnya, terkait penutupan Pasar Wonodri.
“Hari ini, kita juga langsung lakukan penyemprotan disinfektan, hingga Minggu (14/6/2020). Mudah-mudahan dengan upaya ini, pasar kembali steril dan bisa digunakan kembali,” pungkasnya.