Terobosan Teknologi Digital AsaDara untuk Pasien Kanker Payudara
Editor: Makmun Hidayat
JAKARTA — Kolaborasi antara tenaga ahli kesehatan, perusahaan farmasi dan perusahaan digital, diharapkan mampu untuk memberikan layanan yang lebih mudah, nyaman dan cepat kepada para pasien kanker payudara di Indonesia.
Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Prof. Dr. dr. Aru Sudoyo, SpPD, KHOM, FINASIM, FACP mengungkapkan bahwa kolaborasi antara YKI, Pfizer dan Halodoc ini merupakan upaya yang dilakukan untuk membantu para pasien kanker payudara dalam mendapatkan pelayanan yang lebih baik.
“Peran YKI sebenarnya bukan untuk pengobatan tapi lebih kepada edukasi pencegahan dan deteksi dini. Tapi 70 persen pasien yang datang itu sudah stadium 3 dan 4. Tak mungkin kalau kami tidak membantu dalam hal pengobatan mereka,” kata Prof Aru saat virtual conference Peluncuran AsaDara, Selasa (19/5/2020).
Ia menyebutkan bahwa masalah utama pada pasien kanker payudara adalah akses dan biaya.
“Selama ini kami sudah bekerja sama dengan banyak perusahaan farmasi untuk membantu mereka. Dan terbitnya JKN tahun 2014 semakin membantu mereka dalam hal biaya pengobatan dasar. Dan YKI membantu untuk obat-obat yang belum masuk daftar. Tapi sejauh ini hanya membantu yang di area Jakarta dan sekitarnya. Nah, aplikasi ini akan membantu untuk yang di luar jangkauan kami,” ujarnya lebih lanjut.

Kepala Bidang Sosial YKI dr. Sonar Panigoro menyatakan bahwa peran YKI dalam kolaborasi AsaDara ini adalah sebagai bagian yang memverifikasi data.
“Dengan hanya menggunakan aplikasi ini, maka para pasien bisa mendapatkan obat sesuai dengan resep yang mereka dapatkan dari dokter mereka. Pihak Halodoc, sebagai pengelola aplikasi akan mengantarkan obat mereka hingga ke rumah,” ucapnya.
Sonar menyebutkan kerja sama pelayan obat ini diharapkan bisa berkembang menuju kerja sama lainnya sesuai dengan empat pilar YKI, yaitu akses data, deteksi dini, akses pengobatan dan paliatif care.
“Masih harus dibicarakan lebih lanjut. Tapi yang paling mungkin untuk yang selanjutnya adalah edukasi,” ujarnya saat ditanyakan terkait rencana kerja sama berikutnya.

CEO of Halodoc, Jonathan Sudharta menjelaskan langkah-langkah yang harus dilakukan para pasien kanker payudara untuk bergabung dengan layanan AsaDara sangatlah mudah.
“Para pasien hanya perlu mengisi brosur dan mengunggahnya bersama dengan resep yang didapatkan dari hasil konsultasi ke dokter pada aplikasi Halodoc. Setelah dilakukan pembayaran, maka kami akan mengantarkan obatnya langsung ke rumah,” urainya.
Jonathan menyebutkan perkiraan waktu pengantaran adalah sekitar satu jam. Dan layanan ini sudah bisa dinikmati di area Jabodetabek, Bali, Jawa, Sumatera dan beberapa wilayah Indonesia Timur.
“Untuk di kota yang memiliki jaringan transportasi online, kita akan gunakan transportasi online. Tapi jika tidak ada, maka sudah disiapkan juga sistem transportasi yang kami pastikan mampu mengantarkan obat sesuai dengan waktu yang diharapkan,” pungkasnya.