Sejumlah Usaha Konveksi di Lamsel Peroleh Stimulus Selama Covid-19

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

LAMPUNG — Sejumlah pelaku usaha konveksi di Lampung Selatan (Lamsel) memperoleh stimulus dalam bentuk pemesanan (order) selama pandemi Coronavirus Disease (Covid-19). Jika sebelumnya hanya menjahit pakaian, kini diberi order pembuatan masker.

Madroi, Camat Kecamatan Ketapang Lampung Selatan memperlihatkan jenis masker yang akan dipergunakan untuk dibagikan kepada masyarakat setelah dibuat oleh sejumlah pemilik usaha konveksi, Selasa (5/5/2020). Foto: Henk Widi

Madroi, camat Kecamatan Ketapang menyebutkan, data Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), terdapat 8.562 UMKM di Lampung Selatan. Sebanyak 7.943 merupakan pelaku usaha kecil dan sebanyak 152 usaha menengah yang bergerak di bidang konveksi.

“Ratusan pemilik usaha konveksi telah didata dan pihak kecamatan telah menawarkan order pembuatan masker yang nantinya akan dibagikan kepada masyarakat yang belum memiliki masker,” terang Madroi saat ditemui Cendana News di kantor kecamatan Ketapang, Selasa (5/5/2020).

Adanya pesanan masker sebagai bentuk stimulus orderan untuk satu kecamatan berasal dari anggaran APBD. Dengan rata rata satu kecamatan mendapat kuota 10 ribu masker, maka dana dikucurkan mencapai Rp50juta.

Khusus di Ketapang ia menyebut ada sebanyak 8 pemilik usaha konveksi atau penjahit skala rumah tangga yang dilibatkan. Memiliki kuota sebanyak 10 ribu, satu penjahit mendapat jatah membuat sebanyak 1.250 masker. Diasumsikan satu buah masker dihargai Rp5.000 dan satu penjahit bisa mendapat omzet sekitar Rp6.250.000.

“Pemerintah daerah tetap memperhatikan para pelaku usaha kecil salah satunya pelaku usaha konveksi dengan mengorder masker yang akan memberi penghasilan,” cetus Madroi.

Surtini, salah satu pelaku usaha konveksi asal Desa Sidoluhur menyebutkan, pembuatan masker meningkat sejak Maret lalu. Pesanan berasal sejumlah relawan dan untuk kebutuhan desa.

Pembuatan masker kain normalnya bisa diselesaikan 100 buah dalam sehari. Adanya order dari Pemkab Lamsel bisa memberi pemasukan.

“Selama dua bulan terakhir pesanan masker kain tidak pernah berhenti, sehingga saya dibantu tetangga dan keluarga untuk pembuatan,” terang Surtini.

Surtini menyebut ia tidak memikirkan bisnis dan keuntungan. Sebab pembuatan masker dalam masa pandemi menjadi bagian dari kegiatan sosial. Selama ia bisa membuat masker maka akan ikut membantu masyarakat agar tidak terpapar Covid-19. Selain itu selama masa pandemi Covid-19 ia belum menerima pesanan pembuatan pakaian dari masyarakat.

Iis Kartika dan Linawati yang mendapat pesanan masker kain mengaku order meningkat selama masa pandemi Covid-19. Sebab sebagian pesanan berasal dari luar wilayah kecamatan lain yang memerlukan masker kain dalam jumlah banyak.

Lihat juga...