Penjual Ikan di Sikka Keluhkan Pembatasan Antarkabupaten
Editor: Makmun Hidayat
MAUMERE — Meningkatnya kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sikka yang hingga saat ini mencapai 27 kasus dan tertinggi di Nusa Tenggara Timur (NTT) membuat para penjual ikan antarkabupaten pun mengalami kendala.
Biasanya para penjual ikan dari Kabupaten Sikka yang menjual ikan ke kabupaten lainnya di wilayah barat Pulau Flores hingga ke Kabupaten Manggarai tidak mengalami kendala, tetapi saat ini mereka pun mulai mengeluh.
“Kami kesulitan menjual ikan di kabupaten lain menggunakan mobil pick up meskipun telah membawa surat rekomendasi dari Dinas Perhubungan dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka,” kata Nong Yoris, salah seorang penjual ikan, Rabu (20/5/2020).
Yoris sapaannya mengaku, mereka harus diperiksa ketat bahkan disuruh kembali karena ditakutkan mereka akan menyebarkan virus corona di wilayah kabupaten lain sehingga terpaksa kembali ke Sikka.
Dirinya mengaku sebelumnya tidak mengalami kendala sebelum kasus positif Covid-19 di Sikka meningkat sebab dalam seminggu minimal dua kali menjual ikan ke luar Kabupaten Sikka.
“Mau bagaimana lagi, kami terpaksa melaporkan kepada Pemerintah Kabupaten Sikka terkait permasalahan ini. Daripada mengalami kerugian lebih baik kami tidak menjual ikan antarkabupaten untuk sementara waktu,” sebutnya.

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo saat ditanyai mengatakan, dirinya pun sudah mendapatkan telepon dari bupati di kabupaten tetangga yang ada di Pulau Flores terkait hal ini.
Robi sapaannya menjelaskan, para bupati mengatakan, mohon izin dan permintaan maaf harus melakukan hal ini karena Kabupaten Sikka kasus positif Covid-19 nya paling banyak di Provinsi NTT.
“Karena kita ada 26 yang positif maka kita dianggap semuanya tertular corona dan mereka tidak mau bergaul dengan kita. Ini sebuah konsekuensi tapi mereka tidak tahu mereka juga belum tes swab,” ujarnya.
Robi tegaskan, jadi jangan sampai mereka menghindar dan menolak ikan dari Kabupaten Sikka padahal virus corona juga sudah ada di daerah mereka, tapi mereka selama ini tidak mengetahui karena belum melakukan pemeriksaan swab secara gencar.
“Saya harapkan kita harus lebih jeli melihat corona dan proses penularannya serta ikuti protokol kesehatan. Aktivitas pemasukan logistik semestinya harus tetap berjalan,” ujarnya.
Semua logistik yang akan ke luar daerah jelas Robi, memang harus melalui screening atau pemeriksaan ketat termasuk penyemprotan disinfektan dan ada prosedurnya jadi jangan takut makan ikan dari Kabupaten Sikka.
Nanti kalau ikan tidak bisa masuk ke wilayah mereka, tambahnya, bisa-bisa semua masyarakat tidak bisa mengonsumsi ikan padahal ikan sangat dibutuhkan untuk menambah daya tahan tubuh.
“Masukan ini sudah saya terima dan kita segera berkoordinasi dan memberikan pemahaman sebab ikan penting juga untuk meningkatkan daya tahan tubuh kita,” ucapnya.