Pendapatan KUD Mandiri Lestari Sejahtera Turun 50 Persen
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
CILACAP – KUD Mandiri Lestari Sejahtera yang berada di Desa Madura, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap dan merupakan binaan Yayasan Damandiri juga terkena dampak Covid-19. Pendapatan koperasi dari usaha simpan pinjam Modal Kita menurun hingga 50 persen, karena banyaknya nasabah yang tidak bisa membayar angsuran.
“Pendapatan koperasi menurun sampai 50 persen, karena banyak nasabah yang tidak membayar angsuran. Terlebih dari pihak desa sini juga ada imbauan untuk semua perbankan termasuk koperasi supaya tidak melakukan penagihan pinjaman selama pandemi Covid-19 ini,” kata Manajer Usaha dan Modal Mikro, Koperasi Mandiri Lestari Sejahtera, Ery Rahmat Januar, Selasa (5/5/2020).

Lebih lanjut Ery menjelaskan, dalam situasi normal pendapatan koperasi bisa mencapai kisaran Rp 100 juta per bulan. Namun sejak bulan April 2020, pendapatan hanya sekitar Rp40–50 juta per bulan. Menurutnya, masih ada beberapa nasabah yang tetap membayar angsuran, namun jumlahnya tidak banyak dan ada pula yang hanya membayar separuh dari total angsuran.
Selama pandemi Covid-19 ini, pihak Yayasan Damandiri memang memberikan kebijakan untuk memberikan keringanan kepada para nasabah. Hanya saja, nasabah perlu untuk memberitahukan terlebih dahulu kepada koperasi, jika memang usahanya terdampak dan tidak bisa membayar angsuran.
Dari pendataan yang dilakukan pihak Koperasi Mandiri Lestari Sejahtera, sebenarnya anggota yang terdampak jumlahnya hanya mencapai 266 orang. Mereka ada yang usahanya menurun, berhenti berproduksi dan ada juga yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Mengingat beberapa pabrik di Kabupaten Cilacap tutup sejak pandemi.
“Namun faktanya yang tidak membayar angsuran lebih dari 266 orang terdampak, sebagaimana survei kita di lapangan,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Koperasi Mandiri Lestari Sejahtera, Puji Heri Santoso mengatakan, jumlah anggota koperasi sekarang mencapai 1.416 orang. Atau sudah 50 persen lebih dari warga Desa Madura yang termasuk kategori usia produktif.
“Kalau total jumlah kepala keluarga (KK) di Desa Madura ada 3.400 orang, namun sebagian ada yang sudah masuk usia lanjut, sementara prioritas keanggotaan koperasi kita adalah yang masih usia produktif saja,” terangnya.