Pemilik Jasa Alsintan Lamsel Peroleh Banyak Order

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG  – Sejumlah pemilik usaha jasa penyewaan alat dan mesin pertanian (alsintan) memperoleh banyak order dari petani.

Iksan, pemilik mesin pemanen padi (combine harvester) menyebut saat panen ia mendapat order pemanenan sekitar sepuluh hektare lebih. Lokasi lahan yang dipanen menggunakan combine harvester langsung disiapkan untuk masa tanam kedua (MT2).

Penggunaan combine harvester menurut Iksan hanya dilakukan pada lahan padi yang masih tegak. Sebab sebagian tanaman padi yang roboh oleh hujan dan angin sulit dipanen memakai alat combine harvester.

Imbasnya dalam masa panen pertama ia hanya mendapat order pada lahan seluas sepuluh hektare. Padahal sebelumnya ia bisa mendapat order lebih dari puluhan hektare.

Penggunaan mesin combine harvester disepakati sekitar Rp2 juta per hektare. Omzet diakuinya menurun semula bisa mendapat hasil Rp25 juta sekali panen, kini hanya mendapat hasil sekitar Rp10 juta.

Beruntung selain mengoperasikan alat combine harvester ia memiliki alat traktor tangan untuk pengolahan lahan. Di wilayah Desa Pematang Baru, Kecamatan Sragi penggunaan alsintan dilakukan untuk efisiensi tenaga kerja.

“Setelah masa panen karena curah hujan cukup bagus langsung dimanfaatkan oleh petani untuk melakukan pengolahan lahan dan menguntungkan pemilik jasa sewa traktor yang saya miliki,” terang Iksan, saat ditemui Cendana News, Selasa (5/5/2020).

Iksan menyebut jasa sewa traktor untuk pengolahan lahan kerap menyesuaikan luasan lahan. Luas lahan satu hektare disebutnya dipatok Rp700 ribu hingga Rp1 juta. Penggunaan alsintan jenis traktor menurutnya sangat efisien digunakan untuk mempercepat pengolahan lahan. Proses pengolahan lahan dilakukan petani memanfaatkan pasokan air yang melimpah.

Eri, pemilik jasa traktor di Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan menyebut, petani memilih mempercepat proses pengolahan. Pada kondisi normal sejumlah petani menunggu waktu sekitar satu bulan usai panen. Namun usai masa panen petani memilih langsung melakukan pengolahan lahan.

Eri, salah satu pemilik alsintan jenis traktor tangan mendapat order pengolahan lahan usai sejumlah lahan sawah dipanen dengan adanya curah hujan yang tinggi, Selasa (5/5/2020) – Foto: Henk Widi

“Targetnya usai hari raya Idul Fitri atau masuk bulan Juni mendatang proses penanaman padi sudah bisa dilakukan,” beber Eri.

Jasa penggunaan traktor menurutnya dipilih petani karena lebih menghemat waktu dan tenaga. Semula jasa pengolahan lahan memakai traktor membutuhkan waktu sekitar dua pekan.

Menggunakan alsintan jenis traktor tangan ia bisa melakukan pengolahan lahan sawah selama waktu maksimal empat hari. Menggunakan sistem lepas ia bahkan tidak perlu menyediakan biaya tambahan untuk konsumsi.

Eri menyebut dengan pengolahan lahan lebih awal potensi air melimpah bisa dimanfaatkan. Sesuai prediksi masa tanam kedua yang berbarengan dengan musim kemarau, petani telah menyiapkan mesin pompa dengam sumur bor. Sebagian petani bahkan telah menyiapkan proses penanaman jagung pada lahan yang tidak mendapat pasokan air.

Pemilik jasa penyediaan alsintan jenis traktor bernama Maman menyebut, jasa tersebut diberikan kepada petani padi dan jagung. Sejumlah petani jagung menurutnya memilih melakukan pengolahan lahan untuk penanaman tahap berikutnya. Jasa trakor yang dimilikinya jadi pilihan untuk sejumlah petani melakukan masa tanam lebih cepat.

“Permintaan jasa traktor semakin banyak karena petani ingin mempercepat masa tanam untuk penanaman jagung dan padi,” cetusnya.

Selain disewakan petani memilih menggunakan alsintan jenis traktor untuk pengolahan lahan.

Suroto, salah satu petani di Desa Sukabaru menyebut memilih membeli alsintan jenis traktor. Alat tersebut digunakan untuk mempercepat pengolahan lahan sawah miliknya. Penggunaan alsintan dengan cara membeli diakuinya bisa menjadi cara untuk efisiensi biaya operasional.

Suroto, salah satu petani di Penengahan Lampung Selatan melakukan proses pengolahan lahan, Selasa (5/5/2020) – Foto: Henk Widi

Alsintan jenis traktor menurut Suroto usai digunakan untuk keperluan lahan miliknya bisa disewakan. Selain mempercepat proses pengolahan lahan pada lahan sawah miliknya traktor yang dibeli juga bisa memberi sumber pemasukan baginya.

Alsintan jenis traktor yang dibeli seharga Rp10 juta menurutnya menjadi investasi jangka panjang yang bisa digunakan untuk mendukung usaha pertanian miliknya.

Lihat juga...