Pandemi COVID-19 Memaksa Turnamen Sumo Jepang Dibatalkan
JAKARTA – Asosiasi Sumo Jepang mengumumkan secara resmi pembatalan turnamen, termasuk segala agenda lanjutannya. Hal itu dilakukan Senin (4/5/2020), setelah pemerintah Jepang memperpanjang masa tanggap darurat akibat pandemi COVID-19.
Jadwal Basho atau turnamen sumo terdekat akan dimulai pada 24 Mei. Jadwal tersebut sebenarnya juga sudah diundur selama dua pekan, akibat masalah yang sama. “Keputusan ini diambil demi menjaga keamanan dan kesehatan para penggemar dan masyarakat yang ikut berperan dalam olahraga ini,” kata Ketua Asosiasi Hakkaku, dalam sebuah pernyataan resmi, tak lama setelah Perdana Menteri Shinzo Abe mengeluarkan pernyataan perpanjangan masa darurat di Jepang.
Pembatalan turnamen ini merupakan yang pertama kalinya sejak 2011 lalu. Saat itu dilakukan karena sempat diwarnai skandal pengaturan nilai. Pembatalan di 2011 juga merupakan yang pertama kali terjadi dalam lebih dari setengah abad terakhir.
Turnamen sumo seharusnya berlangsung sebanyak enam kali di seluruh Jepang setiap tahunnya. Asosiasi mengatakan, akan menggelar turnamen di Juli tanpa penonton, dan akan menggeser dari lokasi asal di Nagoya ke Tokyo, yang merupakan markas para pesumo.
Kasus COVID-19 di Jepang sudah berkurang dibanding negara lain, dengan sekitar 15.000 kasus dan 510 kematian sejauh ini. Kendati begitu, pemerintah tetap mengeluarkan status darurat di tujuh wilayah dalam satu buan lalu. Kondisinya diperluas menjadi darurat nasional. Akibat wabah ini, beberapa pesumo peringkat bawah, calon pesumo, hingga ofisial dinyatakan positif COVID-19. (Ant)