Hari Ketiga Pembatasan Lalin, Jalanan di Kota Purwokerto Sepi

Editor: Makmun Hidayat

PURWOKERTO — Memasuki malam ketiga diberlakukannya pembatasan lalu-lintas di wilayah Kota Purwokerto, jalanan di pusat kota tampak lengang. Hanya terlihat beberapa petugas yang berjaga di perempatan jalan.

“Sudah sepi, yang nekad bepergian malam hari sudah jauh berkurang. Pada hari pertama masih ada beberapa pengendara yang melanggar, kemudian kita beri pengarahan, hari kedua mulai turun yang melanggar dan malam ini sudah semakin sepi,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dinhub) Kabupaten Banyumas, Agus Nur Hadie, Kamis (14/5/2020) malam di sela-sela pemantauan lalu-lintas di jalan protokol Kota Purwokerto.

Sebagaimana diketahui sebanyak lima ruas jalan utama di Kota Purwokerto sudah diberlakukan pembatasan lalu-lintas, yaitu mulai pukul 20.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB pagi. Tiga ruas jalan yaitu Jalan Jenderal Soedirman, Jalan Dr Angka dan Jalan RA Wiryaatmaja ditutup total. Sementara dua ruas jalan, yaitu Jalan Prof Soeharso dan Jalan Merdeka diberlakukan satu arah.

Kepala Dinas Perhubungan (Dinhub) Kabupaten Banyumas, Agus Nur Hadie, Kamis (14/5/2020) malam memantau pembatasan lalu-lintas di jalan protokol Kota Purwokerto. -Foto: Hermiana E. Effendi

Petugas gabungan dari Dinhub Banyumas, Polresta serta Kodim Banyumas berjaga-jaga pada tiap titik perlintasan jalan yang ditutup. Jika ada pengendara yang melintas, maka akan diberhentikan dan diminta untuk putar balik.

“Belum diberlakukan sanksi, jadi sifatnya hanya diimbau saja dan disuruh pulang ke rumah,” jelas Agus Nur Hadie.

Salah satu warga Kota Purwokerto, Nurhakim mengatakan, ia sebelumnya tidak tahu tentang diberlakukannya pembatasan lalu-lintas pada beberapa ruas jalan protokol. Namun, saat bertemu petugas, ia hanya diminta untuk pulang saja.

“Tidak ditilang, hanya disuruh pulang saja. Baru tahu si, jadi besok-besok kalau mau beli keperluan rumah siang atau sore hari saja, jadi malam tidak perlu keluar rumah,” tuturnya.

Sementara itu, dalam tiga hari terakhir terjadi lonjakan arus mudik yang melalui wilayah Banyumas. Dari data Dinhub Banyumas, tercatat jumlah penumpang yang diperiksa di posko perbatasan lebih dari 10.000 orang dan jumlah kendaraan yang diperiksa lebih dari 6.000 buah.

Pada hari Senin (11/5/2020) misalnya, jumlah kendaraan yang diperiksa sebanyak 6.732 buah dan jumlah penumpang sebanyak 10.629 orang. Jumlah tersebut mengalami kenaikan pada Selasa (12/5/2020) dimana jumlah penumpang yang diperiksa mencapai 11.361 orang dan jumlah kendaraan 6.905 buah dan pada Rabu (13/5/2020), pemudik yang diperiksa di posko perbatasan Banyumas ada 10.490 orang dan jumlah kendaraan sebanyak 6.434 buah.

“Mendekati lebaran, trennya memang naik, sehingga posko perbatasan kita perketat,” jelasnya.

Lihat juga...