Dampak COVID-19, Bulog Sumut tak Bisa Sediakan Daging Kerbau Beku

MEDAN  – Perum Bulog Sumut memastikan tidak bisa menyediakan daging kerbau beku hingga waktu yang belum ditentukan sebagai dampak pandemi COVID-19 yang juga mewabah di negara pemasok yakni India.

“Sejak sebelum Ramadan, Bulog Sumut kehabisan stok daging kerbau beku akibat meningkatnya permintaan komoditas itu pascapenyebaran virus corona (COVID-19),” ujar Pemimpin Perum Bulog Divre 1 Sumut, Arwakhudin Widiarso, di Medan, Senin.

Menurut dia, sejak stok daging beku mendekati habis, Perum Bulog Sumut sudah meminta alokasi tambahan ke pusat, tetapi belum dapat juga.

Bulog pusat, katanya, belum bisa mengimpor karena seperti halnya Indonesia, India juga terdampak COVID-19.

Dia mengakui, stok daging kerbau beku Sumut terakhir mencapai 3 ton sebelum Ramadan dan terus berkurang karena banyak permintaan.

“Mudah-mudahan kebutuhan daging bisa terpenuhi dari daging sapi segar,” katanya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumut, Zonny Waldy, menegaskan, stok daging sapi akan terjamin termasuk untuk Idul Fitri.

Stok, katanya, ada 1.350 ton setiap bulan dari kebutuhan yang sebanyak 1.128 ton per bulan.

“Jadi stok aman. Harapannya, konsumen jangan memborong agar harga tidak terdorong naik,” ujarnya.

Harga normal daging di pasar Medan berkisar Rp110.000 dan sejak Ramadan menjadi Rp120.000 per kg. (Ant)

Lihat juga...