Belasan Ribu Pemudik dari Zona Merah Sudah Tiba di Gunung Kidul

Salah satu posko penyekatan yang didirikan Polres Gunung Kidul – Foto Ant

GUNUNG KIDUL – Sebanyak 13.358 pemudik, yang datang dari zona merah pandemi COVID-19 seperti Jakarta dan Jawa Barat, sudah tiba di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Jumlah tersebut adalah pemudik yang sudah datang sejak awal Maret lalu hingga sekarang. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Gunung Kidul, Kelik Yuniantoro mengatakan, meski sudah ada upaya penyekatan, namun tetap saja ada pemudik yang berhasil lolos. “Berdasarkan data yang sudah masuk hingga Selasa (19/5/2020) ada 13.358 pemudik yang tiba di kampung halaman,” kata Kelik, di Gunung Kidul, Rabu (20/5/2020).

Menurut Kelik, pendataan pemudik mengacu pada program Sistem Informasi Desa (SID) yang ada di setiap desa. “Ada pendataan dan operator desa akan mengunggah ke SID,” jelasnya.

Kelik menyebut, hingga saat ini masih ada penambahan jumlah pemudik. Hanya saja, untuk jumlah tidak terlalu besar, hanya dikisaran 100 orang. Di Selasa (19/5/2020), pertambahan pemudik hanya 116 orang. “Pertambahan masih ada, tapi tidak signifikan seperti pada saat awal pandemik,” jelasnya.

Sementara, Kepala Sub Bagian Humas Polres Gunung Kidul, Enny Nurwidiastuti mengatakan, ada tujuh titik penyekatan untuk memantau pemudik. Diantaranya, Pos Hargodumilah, Patuk, Getas, Playen; Bibal, Panggang; Baran, Rongkop; Bedoyo, Ponjong, Simpang Tiga Kecamatan Ngawen dan Pos Blutak di Kecamatan Semin.

Upaya penyekatan terus dilakukan, sesuai dengan imbauan pemerintah tentang larangan mudik. Hasil dari pendataan yang masuk, warga yang diminta putar balik terus bertambah. Total hingga Selasa (19/5/2020) sudah ada 25 sepeda motor dan 126 roda empat yang diminta balik arah. Upaya penyekatan ini akan berlangsung hingga Operasi Ketupat Progo berakhir. “Total ada penyekatan ini sudah ada 989 pemudik yang diminta balik arah,” ungkapnya. (Ant)

Lihat juga...