Tidak Lakukan Karantina Mandiri, Pelaku Perjalanan di Sikka Dijemput

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

MAUMERE — Seorang pelaku perjalanan sopir truk ekspedisi bernama Stefanus Harly (41) asal dari desa Langir kecamatan Kangae kabupaten Sikka provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dijemput ke rumahnya dan dibawa ke lokasi karantina terpusat di bekas kantor dinas Pariwisata dan Kebudayaan kabupaten Sikka.

Camat Kangae kabupaten Sikka, NTT, Akualinus,SSos saat ditemui di lokasi karantina, Rabu (29/4/2020). Foto : Ebed de Rosary

Pelaku perjalanan ini tercatat sudah sebanyak 3 kali melakukan perjalanan darat dari Maumere kabupaten Sikka menuju Surabaya provinsi Jawa Timur, pulang pergi menggunakan truk angkutan barang melalui Bali, Lombok, Sumbawa hingga ke pulau Flores.

“Dia tiba dari Surabaya kemarin pagi jam 10 melewati jalan darat. Dia tidak melapor ke posko Covid-19 baik di desa maupun kabupaten, sehingga dijeput ke rumahnya setelah ada laporan dari warga,” kata Akualinus, S.Sos, camat Kangae kabupaten Sikka, NTT, Rabu (29/4/2020).

Akualinus katakan, saat dilihat kondisi rumahnya tidak memungkinkan dan di desanya juga tidak ada fasilitas untuk melaksanakan karantina mandiri, sehingga diputuskan untuk dibawa ke lokasi karantina mandiri di kota Maumere.

Dia mengaku pelaku perjalanan ini sempat meminta agar dirinya melakukan karantina mandiri di rumah tetapi melihat gelagatnya, dia tidak taat menjalani karantina sebab saat tadi ke rumahnya dia sedang berada di terminal di kota Maumere.

“Tadi saya sampaikan agar dia menjalani karantina terpusat di lokasi yang disiapkan pemerintah kabupaten. Saya telepon Posko Covid-19 kabupaten sehingga dia dijemput dan dibawa ke lokasi karantina, meskipun tadi dia sempat melawan,” sebutnya.

Akualinus mengaku telah memberikan penjelasan kepada pelaku perjalanan ini bahwa semua orang yang datamg dari daerag terpapar harus menjalani karantina meskipun terlihat sehat dan tidak ada gejala Covid-19.

Camat Kangae ini mengaku memberikan penjelasan bahwa dengan melakukan karantina semua itu dilakukan demi menyelamatkan diri sendiri, keluarga dan masyarakat sekitarnya dan mencegah penularan Covid-19.

“Kalau sayang keluarga maka dia harus menjalankan karantina. Saya sudah menjelaskan dan dirinya akhirnya kami bawa agar bisa menjalani karantina terpusat bersama warga lainnya di lokasi karantina,” terangnya.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Sikka Yuvensius Avelinus mengaku pihaknya hanya bertugas mengkoordinir lokasi karantina terpusat di bekas gedung kantor dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

Jumlah peserta karantina kata Yuvensius sebanyak 25 jika ditambah dengan pelaku perjalanan yang baru dibawa hari ini, Rabu (29/4/2020) oleh camat Kangae dan telah berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten Sikka.

“Jumlah yang dikarantina di gedung bekas kantor dinas Pariwisata dan Kebudayaan hingga hari ini sebanyak 25 orang. Segala perlengkapan disiapkan termasuk makan dan minum setiap harinya,” ungkapnya.

Yuvensius berharap agar semua peserta dapat menjalani karantina dengan baik dan mengikuti segala imbauan pemerintah agar bisa kembali ke keluarga dalam keadaan sehat.

Data yang diperoleh di lokasi karantina di gedung bekas kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kabupaten Sikka menyebutkan, jumlah warga yang menjalani karantina berjumlah 25 orang.

Dari jumlah tersebut sebanyak 22 orang merupakan bekas penumpang kapal KM. Lambelu dan 3 orang merupakan pelaku perjalanan. Perempuan sebanyak 13 orang dan laki-laki ada 12 orang.

Lihat juga...