Pemkab Tolikara Rampungkan Pembangunan Ruang Isolasi Pasien Covid-19

Direktur RSUD Tolikara, dr. Delwien Ester Jacop (paling kanan), bersama tenaga kesehatan yang disiapkan untuk penanganan COVID-19 - Foto Ant

WAMENA – Pemkab Tolikara, Provinsi Papua, merampungkan pembangunan tiga ruang isolasi pasien COVID-19. Ruangan khusus tersebut sengaja disiapkan lebih awal, untuk mengantisipasi adanya pasien Covid-19 yang perlu diisolasi.

“Langka sosialisasi dan pencegahan terus kami lakukan, dan sementara merampungkan tempat untuk isolasi pasien COVID-19. Lokasinya di RSUD Karubaga dan sekarang sudah siap pakai,” kata Bupati Tolikaram Usman G Wanimbo, Senin (13/4/2020).

Ketua Tim Penanggulangan COVID-19 Kabupaten Tolikara tersebut mengatakan, pemkab berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.  “Sebelum dibutuhkan kami sudah siapkan,” katanya.

Semenjak mewabahnya virus corona ke wilayah Papua, Pemkab Tolikara dan pihak terkait, secara intensif melakukan sosialisasi, sebagai upaya memutus mata rantai penularan virus itu.

Direktur RSUD Karubaga, dr. Delwien Ester Jacop mengatakan, tiga ruang isolasi tersebut dilengkapi tempat tidur, alat monitor rekam jantung, alat pengisap darah dan tabung oksigen. “Ini sesuai dengan tipe Rumah Sakit yaitu tipe D Pratama. Kami melakukan persiapan ini guna mengantisipasi kalau ada pasien dicurigai terinfeksi virus corona yang datang, kami siap memberikan pelayanan secara maksimal,” katanya.

Delwien menyebut, telah disiapkan 20 orang tenaga kesehatan yang siap menangani pasien COVID-19. “Mereka terdiri dari dokter, perawat dan bidang. Dilengkapi alat pelindung diri seperti bayu cober hows, helm, kaca mata, masker, sepatu, sarung tagan sebanyak 25 set dan sebagian masih dalam pengiriman,” ungkapnya.

Menurutnya, pemerintah daerah memberikan dukungan dalam upaya penyediaan fasilitas dan alat-alat kesehatan tersebut. “Pemkab memberikan perhatian besar sehingga kami memiliki fasilitas awal yang cukup memadai,” tandasnya.

Saat ini RSUD Karubaga telah memiliki 200 buah alat pemeriksa cepat. “Dengan alat ini kita bisa menganalisi apakah positif atau negatif, sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat,” katanya.

Masyarakat diimbaunya segera melapor kepada petugas medis, jika menemukan adanya keluarga yang memiliki gejala atau dicurigai terjangkit corona. “Sehingga orang itu bisa ditangani lebih cepat,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...