NOC Menjadi Penentu Nasib Atlet ke Olimpiade Tokyo
JAKARTA – Komite Olimpiade Internasional (IOC) menyatakan, atlet-atlet yang sebelumnya telah lolos kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020, akan dipilih kembali oleh Komite Olimpiade Nasional (NOC) di negaranya masing-masing.
Mereka akan dipilih kembali, untuk dapat mengikuti olimpiade yang digelar pada 2021 mendatang. Sebelumnya, IOC beserta pemerintah Jepang telah sepakat untuk menunda Olimpiade Tokyo yang seharusnya digelar pada tahun ini menjadi di 2021, akibat pandemi COVID-19 atau virus corona.
Dari total keseluruhan 11.000 atlet, sekitar 57 persen diantaranya sudah dinyatakan lolos kualifikasi olimpiade, sebelum akhirnya beberapa turnamen kualifikasi terpaksa dibatalkan pandemi corona.
Melalui sebuah pernyataan resmi pada Kamis (2/4/2020), IOC menegaskan, atlet-atlet yang sebelumnya sudah dinyatakan lolos olimpiade harus dipilih kembali oleh NOC. Hal itu dilakukan, karena para atlet tersebut nantinya akan mewakili negaranya masing-masing, bukan mewakili dirinya sendiri.
“Semua kualifikasi yang telah dipenuhi oleh NOC dan tiap-tiap atlet akan tetap ada. Namun, seluruh atlet harus dipilih kembali secara individu, karena mereka akan merepresentasikan NOC-nya masing-masing. Dalam dunia olah raga, NOC mempunyai hak untuk memilih atlet,” kata Direktur Olah Raga IOC, Kit McConnell, melalui sambungan telepon, Kamis (2/4/2020).
Lebih lanjut disebutnya, IOC juga masih berdiskusi dengan FIFA, terkait pelaksanaan olimpiade tahun depan. Hal itu untuk membahas ketentuan, hanya atlet berusia di bawah 23 tahun yang diperbolehkan untuk bertanding. Dalam banyak kasus, beberapa pemain sepak bola akan melewati batas usia yang telah ditentukan pada tahun depan, meskipun sudah lolos kualifikasi di tahun ini.
“Dalam beberapa jenis olah raga, ada aturan spesifik mengenai batasan usia atlet, baik itu usia terendah maupun tertinggi, demi alasan keselamatan sekaligus penyetaraan, seperti yang diterapkan dalam aturan sepak bola pria dengan usia dibawah 23 tahun,” ujar Kit.
Di sisi lain, IOC juga sedang berusaha, agar wisma atlet kembali tersedia karena rencananya akan dijual sebagai hunian apartemen setelah olimpiade tahun ini berakhir. “Wisma atlet itu adalah salah satu prioritas utama. Jadi, kami harus mengamankan kembali properti tersebut. Ini merupakan tugas penting,” tegas Direktur Eksekutif Olimpiade IOC, Christphe Dubi.
Selain wisma atlet, beberapa tempat lain yang juga menjadi prioritas dan harus secepatnya diamankan kembali adalah, arena olah raga, gedung serbaguna dan kamar-kamar hotel. “Semua tempat itu harus diambil alih selama satu tahun kedepan. Ini merupakan langkah besar agar kita bisa kembali ke nilai-nilai dasar olimpiade,” ungkap Dubi.
Dia menambahkan, IOC juga berencana untuk memecahkan masalah terkait tempat-tempat prioritas tersebut dalam waktu beberapa minggu ke depan. (Ant)