LiteBIG, SuperApps Karya Anak Bangsa

JAKARTA – Dengan berlangsungnya program Work from Home, untuk mencegah penyebaran Covid-19, kebutuhan akan aplikasi online makin meningkat. Ternyata dari berbagai aplikasi online conference dan messenger, ada aplikasi LiteBIG, yang merupakan karya anak bangsa. 

CEO dan Founder LiteBIG M. Tesar Sandikapura, ST., MT., mengungkapkan alasan dirinya membuat LiteBIG ini karena alasan nasionalisme dan kedaulatan data bangsa Indonesia.

“Saya membuat liteBIG sekitar 2014 silam. Awal niat saya memang lebih karena rasa nasionalisme, dan kedaulatan data bangsa ini. Saya cukup perihatin terhadap bangsa yang besar ini, kenapa kok tidak punya aplikasi messenger buatan lokal, di mana data dan pemiliknya adalah bangsa kita sendiri. Tanpa kita sadari, sekarang data-data kita ada di negara asing semua dan kita dengan sukarela memberikan ke mereka,” kata Tesar, saat dihubungi, Senin (20/4/2020).

CEO dan Founder LiteBIG, M. Tesar Sandikapura, ST., MT., saat dihubungi, Senin (20/4/2020). –Foto: Ranny Supusepa

Ia menyatakan, bahwa inspirasi pembuatan LiteBIG ini berawal dari pesan viral di beberapa messenger yang dimilikinya. “Isinya kurang lebih seperti ini, Amerika punya Whatsapp, Korea punya Line, Kanada punya BBM, dan Cina punya Wechat, sedangkan Indonesia punya waktu menggunakan itu Semua!,” paparnya.

Karena itu, ia menyatakan mulai membuat LiteBIG versi pertama dalam waktu kurang lebih satu tahun.

“Sampai kami rilis di google play store sekitar bulan Agustus 2014. Fitur-fiturnya terus kami kembangkan hingga saat ini. Yang awalnya hanya messenger, sekarang sudah berubah menjadi superApps, karena sudah multifungsi,” ujarnya.

Pemantauan pada aplikasi, memperlihatkan aplikasi ini memiliki beberapa fungsi. Yaitu, pengiriman pesan dan berkas, komunikasi grup dan komunitas, timeline, sociocommerce, liteCash dan liteBIG.

“Yang terbaru itu adalah liteMeet, fitur vicon yang setara dengan zoom. Hingga saat ini tercatat sudah ada 1 juta downloader,” ujarnya.

Salah seorang pengguna, Luki Fauzan, menyebutkan dirinya menggunakan LiteBig untuk keperluan dagang. “Sama aja kayak di aplikasi e-commerce lainnya. Bedanya, cuma ngerasa berjasa aja membesarkan aplikasi milik bangsa sendiri,” kata Luki, saat dihubungi secara online. 

Kalau untuk aplikasi LiteMeet, ia menyatakan memang belum pernah mencoba. “Kalau kita yang dagang begini, cukup chat aja, Mbak. Gak pakai vicon-vicon segala,” ucapnya sambil tertawa.

Lihat juga...