Inilah Kreativitas Warga Desa Pasuruan Siapkan APD
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
LAMPUNG – Kebutuhan akan Alat Pelindung Diri (APD) dalam upaya pencegahan, penanggulangan Corona Virus Disease (Covid-19) terkendala kesulitan pembelian di pasaran. Sebagai langkah antisipasi penyediaan APD jenis coverall suit sejenis jaket pelindung dibuat memanfaatkan keberadaan penyedia jasa jahit.
Sugeng Hariyono, salah satu aparatur Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan menyebut jaket pelindung sulit diperoleh di pasaran. Jika ada ia menyebut kebutuhan untuk tenaga medis lebih diprioritaskan.

Sementara sejumlah desa mulai melakukan langkah antisipasi pencegahan Covid-19 dengan berbagai langkah. Upaya yang dilakukan menurutnya dengan pembuatan posko siaga Covid-19.
Posko siaga Covid-19 yang dibuat pada halaman balai desa masih terkendala alat pelindung diri jenis coverall suit. Langkah pembuatan coverall suit dilakukan dengan membeli bahan produksi berupa kain parasut tahan air (waterproof), resleting dan pelindung kepala.
Jenis pakaian pelindung tersebut sudah bisa dimanfaatkan petugas yang berjaga di posko Covid-19 desa setempat.
“Kami membuat APD jenis coverall suit untuk melengkapi alat pelindung berupa masker, pelindung sepatu, boot, pelindung kepala karena sejumlah sarana pencegahan Covid-19 dibutuhkan juga disinfektan dan hand sanitizer,” terang Sugeng Hariyono saat dikonfirmasi Cendana News, Selasa (14/4/2020).
Produksi pakaian pelindung jenis jaket tahan air menurut Sugeng Hariyono penting disiapkan. Sebab dalam sejumlah kegiatan penyemprotan cairan disinfektan (disinfeksi) membutuhkan pakaian pelindung.
Petugas posko yang bertugas menurutnya selalu dibekali dengan APD untuk menghindari hal yang tak diinginkan. Pada tahap pertama jaket tahan air yang diproduksi berjumlah sekitar empat buah.
Proses pembuatan jaket tahan air menurutnya terus akan diproduksi melibatkan perajin. Sebab selama ini pemilik usaha jahit sementara tidak mendapat pesanan. Pesanan jaket tahan air menurutnya melibatkan perajin asal Lampung Timur dan sebagian diproduksi oleh penjahit di desa tersebut.
“Pemberdayaan bagi penjahit di desa ini juga akan dilakukan untuk memproduksi jaket pelindung karena bahan telah dibeli,” cetusnya.
Kepala Desa Pasuruan, Sumali menyebut penyediaan APD sangat diperlukan. Sebab menjelang bulan suci Ramadan dan Idul Fitri jumlah perantau yang pulang mudik terus bertambah.

Meski protokol kesehatan telah diterapkan dengan karantina mandiri 14 hari, namun langkah antisipasi perlu dilakukan. Keberadaan posko siaga Covid-19 dengan sistem jaga dilakukan untuk memantau pendatang.
“Pendatang yang tiba langsung harus diperiksa, disemprot disinfektan terutama asal zona merah Covid-19 sehingga petugas harus menggunakan APD lengkap,” terangnya.
Kepada petugas yang berjaga di posko siaga Covid-19 ia berpesan agar tidak melalaikan APD. Sebab saat proses penanganan orang yang terindikasi terpapar Covid-19 petugas tidak terpapar.
Langkah pencegahan menurutnya sangat diperlukan karena tidak mudah mengetahui seseorang terpapar virus Covid-19 atau tidak.
Petugas posko Covid-19 yang bertugas menurutnya harus dilengkapi APD masing-masing. Sebagai tambahan sejumlah APD diproduksi, masih akan terus dilakukan melibatkan sejumlah penjahit. Selain memproduksi jaket pelindung anti air sejumlah penjahit diminta untuk membuat masker kain.
Imbauan kepada masyarakat Desa Pasuruan menurutnya dilakukan dengan pembuatan spanduk imbauan. Sejumlah dusun di antaranya Sumbersari bahkan membuat imbauan agar bisa mencegah munculnya Covid-19.
Imbauan yang dilakukan di antaranya menjaga jarak (physical distancing), tidak berkumpul, menjaga kesehatan diri, rajin cuci tangan dan memakai masker.