Empat Sampel ODP di Sikka Negatif Corona

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Sebanyak empat sampel swab pasien Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang ada di Kabupaten Sikka yang dikirim Dinas Kesehatan untuk dilakukan pemeriksaan di laboratorium Kementerian Kesehatan di Surabaya dinyatakan negatif corona.

Sebanyak empat sampel tersebut diambil dari dua pasien ODP asal Kabupaten Lembata yang menjalani penanganan medis di RS TC Hillers Maumere kabupaten Sikka serta dua sampel lainnya berasal dari warga Kabupaten Sikka.

“Dari empat sampel yang kami kirim semuanya dinyatakan negatif. Dua sampel dari pasien asal Lembata dan dua sampel lainnya berasal dari warga Kabupaten Sikka,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, Rabu (1/4/2020).

Petrus mengatakan, VTM dan alat swab-nya sudah tersedia sementara alat pelindung diri (APD) stok yang ada 30 unit, bantuan dari berbagai pihak sebanyak 75 unit.

Untuk Thermo Gun kemarin ,Selasa (31/1/2020) sudah diambil 50 unit dan sudah didistribusikan ke rumah sakit sementara APD yang dipesan untuk kebutuhan Puskesmas dalam satu dua hari sudah bisa diterima.

“Untuk APD yang dipesan di Maumere pakaiannya sementara dijahit 250 pasang. Kita percepat dahulu jahitan yang disini sementara yang standarnya sedang dipesan 500 pasang sedangkan tahap ketiga dipesan 5 ribu pasang,” ujarnya.

Dokter Asep Purnama,dokter spesialis penyakit dalam Rumah Sakit TC Hillers Maumere kabupaten Sikka, saat ditemui, Rabu (1/4/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Satuan gugus tugas Covid-19, kata Petrus, juga sudah juga siapkan sampai ketersediaan lahan penguburan termasuk sudah dilatih personel untuk melalukan penguburan serta ketersediaan mobil yang akan mengangkut jenazah pasien Covid-19.

Hari ini Rabu (1/4/2020) terangnya, tanah untuk pemakaman sudah disiapkan pembayarannya termasuk berapa kantong jenasah yang disiapkan, peti jenazah serta mobil dan orang yang menangani jenazah.

“Bicara pemerintah bicara pencegahan hingga kepada hal yang terburuk.Dalam satu dua hari ini kita akan latih para personil untuk menangani jenazah pasien Covid-19,” terangnya.

Sementara itu dr. Asep Purnama mengatakan, jangan bangga Covid-19 di Sikka masih nol karena semuanya berawal dari nol sehingga kita semua harus waspada dan lakukan pencegahan agar jangan sampai ada kasus positif.

Kalau pencegahan tidak terus dilakukan, kata Asep,  apabila terjadi kasus positif corona maka akan kaget sehingga jangan sampai terlena dan terus melakukan berbagai upaya pencegahan.

“Pencegahan harus kita sampaikan terus dan terus semangat melakukan langkah pencegahan. Kalau tidak dicegah dari awal maka nantinya rumah sakit bisa kewalahan menangani pasien Covid-19,” pesannya.

Lihat juga...