Dukung Pemenuhan Kebutuhan, Pabrik Rafinasi Diminta Produksi Gula Konsumsi
JAKARTA – Kementerian Pertanian mengajak pabrikan gula rafinasi untuk memproduksi gula konsumsi. Hal itu saat ini dibutuhkan untuk memenuhi stok konsumsi masyarakat hingga Idul Fitri.
Ajak itu disampaikan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, saat meninjau gudang raw sugar milik PT Permata Dunia Sukses Utama di Cilegon, Banten, Kamis (2/4/2020) sore. Kunjungan untuk memastikan stok gula konsumsi untuk masyarakat tercukupi hingga Idul Fitri.
Kunjungan tersebut sebagai tindak lanjut perintah Presiden Joko Widodo, agar para menteri memantau ketersediaan 11 komoditas pangan hingga ke lapangan. “Kami lakukan berbagai cara, termasuk salah satunya mengajak pabrik gula rafinasi ini untuk ikut membantu memenuhi kebutuhan gula masyarakat, kami minta untuk memproduksi gula pasir putih konsumsi,” kata Syahrul, Kamis (2/4/2020).
Syahrul mengindikasi, kelangkaan gula yang terjadi beberapa bulan ini dikarenakan adanya keterlambatan distribusi stok ke pasar. Kelangkaan juga dipengaruhi dampak pandemi Covid-19, yang mengakibatkan kondisi panic buying masyarakat di sejumlah daerah.
Oleh karena itu, sejumlah pabrik gula di Indonesia diminta untuk membantu ketersediaan gula konsumsi. Dan mempercepat pendistribusiannya hingga ke pasar dan konsumen. Kementan mengajak industri dan pabrik gula rafinasi, mengolah raw sugar atau gula mentah menjadi gula kristal putih, yang biasa dikonsumsi masyarakat dengan harga sesuai acuan, yakni Rp12.500 per-kilogram.
Syahrul meyakini, ketersediaan gula mencukupi menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Hal itu didukung dengan prediksi panen tebu di sejumlah wilayah. Panen serta masa giling tebu diprediksi terjadi Mei dan Juni mendatang. Sebelumnya, Kementerian Perdagangan telah mengalihkan stok sebesar 250.000 ton gula rafinasi, yang biasa digunakan oleh industri makanan dan minuman, untuk diolah menjadi gula kristal putih atau gula konsumsi masyarakat.
“Kami yakin stok aman. Kita punya persiapan 250.000 ton gula dari pabrik-pabrik yang ada, ditambah gula impor yang masuk hingga 150.000 ton, serta Juni nanti dari petani kita akan ada panen jumlahnya sekitar 500.000 ton sampai dengan 600.000 ton,” rinci Syahrul.
Kementan juga terus memantau pendistribusian pangan, meski ada tantangan terkait pandemi Covid-19 saat ini, serta meminta dukungan dari Polri dan TNI untuk ikut memastikan agar tidak ada hambatan bagi pendistribusian pangan termasuk gula ke berbagai daerah.
Salah satu direksi Tene Group, Yanuar Samron menjelaskan, PT Permata Dunia Sukses Utama ditunjuk untuk menyiapkan 30.000 ton gula kristal putih konsumsi. Produksinya untuk kebutuhan di wilayah Jawa, Bali, dan Sumatera. Saat ini, stok yang sudah siap sekitar 25.000 ton. “Kemudian yang di Makassar, kami diminta siapkan 30.000 ton juga dan sudah siap sekitar 20.000 ton untuk kebutuhan Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua,” jelas Yanuar.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), harga rata-rata gula pasir nasional hingga Kamis (2/4/2020) sudah mencapai Rp18.350 per kilogram. Harga tersebut lebih tinggi dibandingkan harga acuan tingkat konsumen sebesar Rp12.500 per kg. (Ant)