Dampak Corona, 45 Ribu Wisman Batal ke Flores
Editor: Makmun Hidayat
MAUMERE — Sektor pariwisata sangat berdampak sekali akibat merebaknya wabah corona di mana wisatawan asing yang datang ke Flores lebih banyak mengunjungi Taman Nasional Komodo (TN Komodo) dan Taman Nasional Kelimutu (TN Kelimutu) hampir tidak ada sejak bulan Maret 2020.
Beberapa agen perjalanan dan tour guide pun menerima pembatalan dari wisatawan asing yang datang bukan saja ke dua tempat wisata di Pulau Flores ini tetapi ke wilayah lainnya di Flores dan NTT.
“Berdasarkan data dari beberapa teman agen perjalanan, ada 45 ribu wisatawan mancanegara yang datang Flores dan termasuk ke Taman Nasional Komodo di Labuan Bajo membatalkan kunjungan sejak Maret 2020,” jelas Agustinus Bataona, ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia, Minggu (12/4/2020).

Agus sapaannya mengatakan, jumlah kunjungan tersebut belum termasuk wisatawan asing yang berkunjung ke wilayah lainnya di Provinsi NTT seperti ke Alor, Sumba dan wilayah lainnya.
Dirinya mengatakan,ada selentingan kabar dari Eropa beberapa negara akan mulai membuka penerbangan mulai bulan Mei 2020 namun dirinya belu mendapatkan informasi pasti.
“Untuk bulan Mei dan Juni mungkin juga situasinya masih sulit juga. Saya pribadi punya keyakinan akan ada masanya wabah ini akan berakhir dan kita akan konsentrasi menggarap wisatawan domestik dulu,” ucapnya.
HPI NTT, terang Agus, juga sejak dua minggu lalu atau awal bulan April 2020 telah mendata anggotanya untuk dikirim ke Kementerian Pariwisata karena dikatakan ada dana bantuan recovery atau pemulihan.
Dominggus Koro, Ketua HPI Kabupaten Sikka menambahkan, terakhir kunjungan wisatawan mancanegara tanggal 11 Maret dan setelah itu dengan mulai mewabahnya virus corona di Indonesia membuat kunjungan wisatawan asing hampir tidak ada,
HPI Sikka, kata Dominggus, telah menyampaikan kepada wisatawan mancanegera terkait keputusan Pemda Sikka dan Provinsi NTT dalam mengatasi wabah corona dan dikirim juga ke tur operator di luar negeri.
Dan berdasarkan laporan tersebut ungkapnya, wisatawan dan tur operator pun membatalkan kunjungan wisata ke Kabupaten Sikka serta Pulau Flores dan wilayah lainnya di NTT yang sudah dijadwal jauh sebelumnya.
“Bukan kita menakuti wisatawan tapi kita menyampaikan fakta yang ada dan kami juga mendukung semua kebijakan pemerintah. Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang paling terkena dampak akibat merebaknya virus corona,” jelasnya.
Dominggus pun mengaku memberitahukan situasi ril yang terjadi daripada nanti wisatawan datang dan kena sakit atau segala macam itu risiko lebih berat apalagi mereka datang ke tempat wisata juga bisa ditolak.
Dia berharap agar situasi ini cepat berlalu dan juga berharap agar wabah corona tidak menyebabkan resesi ekonomi dunia yang tentunya akan berdampak lagi kepada sektor pariwisata.
“Kita harapkan agar setelah corona tidak ada dampak terhadap resesi ekonomi dunia. Mudah-mudahan tidak dan keadaan ekonomi segera pulih kembali,” harapnya.