Bulungan-Malinau Menjadi Wilayah Transmisi Lokal Covid-19

Tangan seorang perawat dalam sarung tangan memegang tabung reaksi dengan tulisan COVID 19, dengan tes darah positif untuk virus corona baru yang menyebar dengan cepat – Foto Ant

TARAKAN – Gugus Tugas COVID-19 Kalimantan Utara (Kaltara) menyatakan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menetapkan dua kabupaten di provinsi itu, Bulungan dan Malinau, sebagai wilayah transmisi lokal penyebaran COVID-19.

“Di mana untuk penetapan transmisi lokal ini adalah dengan adanya kejadian penularan dari orang pertama yang dinamakan generasi pertama, ke orang lain secara lokal, di mana hal ini dinamakan generasi kedua,” kata Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Provinsi Kaltara, Agust Suwandy, Sabtu (18/4/2020) malam.

Menurutnya, dari generasi kedua tersebut, berpotensi menularkan ke generasi ketiga dan selanjutnya. Itulah sebabnya Kabupaten Bulungan dan Malinau, sudah ditetapkan sebagai wilayah transmisi lokal.

Atas penetapan dua wilayah transmisi lokal dan penambahan kasus COVID-19 di Kaltara, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, dan selalu menerapkan physical distancing lebih ketat dan tertib.

Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Provinsi Kalimantan Utara, Suwandy – Foto Ant

“Juga menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan selalu mencuci tangan ketika selesai beraktivitas, saat pulang ke rumah, masuk kantor dan lain-llain. PHBS yang lain dengan hidup bersih dan makan makanan yang bergizi, olahraga secara teratur dan cek kesehatan,” tandasnya.

Hingga kini, di Kaltara ada 50 pasien yang positif COVID-19 dengan satu orang meninggal dunia. Posisi Pasien positif COVID-19 di Kaltara menyebar. Di Tarakan ada 20 orang, Bulungan ada 18 orang, Malinau ada tiga orang, dan Nunukan sembilan orang.

Kemudian yang sudah sembuh dua orang. Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 14 orang, Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 650 orang, selesai ODP 542 orang dan proses pemantauan 124 orang. “Kemudian Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 561 orang, selesai pemantauan 242 orang, dan proses pemantauan 314 orang,” tambah Agust Wuwandy. (Ant)

Lihat juga...