Bengel Misi di Sikka Produksi Mesin Penyosoh Sorgum

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Setahun terakhir, Bengkel Misi PT. Langit Laut Biru mulai giat mengembangkan berbagai inovasi dengan membuat berbagar produk yang bernilai jual dan diserap pasaran lokal.

Banyaknya masyarakat yang mulai menanam sorgum membuat Bengkel Misi tergerak untuk  mulai memproduksi mesin penyosoh agar sorgum dapat dimanfaatkan menjadi produk lanjutan nasi, tepung, kue dan lainnya.

“Awalnya ada yang menanyakan sehingga kami pun tertantang untuk memproduksinya. Pembuatannya pun tidak terlalu sulit dan dikerjakan di bengkel kami,” ungkap A. Dian Setiati, pengelola Bengkel Misi Keuskupan Maumere, Kabupaten Sikka, Selasa (21/4/2020).

Dian mengatakan, pesanan awalnya datang dari Kabupaten Flores Timur sebanyak 2 unit sementara saat ini pihaknya sudah selesai mengerjakan sebuah mesin lagi yang dipesan dari Kabupaten Manggarai Timur.

GM PT. Langit Laut Biru Keuskupan Maumere saat ditemui di tempat kerjanya, Selasa (21/4/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Untuk harga sebutnya, pihaknya menjual dengan harga terjangkau agar bisa dibeli petani. Untuk kapasitas produksi 100 kilogram dijual seharga Rp20 juta sementara kapasitas 250 kilogram dibanderol Rp30 juta per unitnya.

“Kami menggunakan bahan pelat besi dan besi siku untuk pembuatannya. Lama pembuatannya satu bulan dan dikerjakan oleh dua sampai tiga tenaga kerja di bengek mesin kami,” ungkapnya.

Dian menambahkan, mesin penyosoh ini pun bisa dibawa ke lahan kebun karena tidak terlalu berat, dan mempergunakan mesin penggerak motor dengan daya 5,5 PK menggunakan bahan bakar bensin.

Selain memproduksi mesin penyosoh sorgum, bengkel misi juga menerima pemesanan produk lainnya. Ada tempat tidur kayu, meja komputer, tempat sampah dari seng plat serta aneka produk lainnya.

“Kami berharap agar para petani dan pemerintah bisa membeli produk lokal yang kami hasilkan. Kualitas pun terjamin dan bersaing dengan produk lainnya dari perusahaan di luar NTT,” ungkapnya.

Sementara itu Direktur Wahana Tani Mandiri, Carolus Winfridus Keupung mengapresiasi kreativitas Bengkel Misi yang bisa menghasilkan mesin penyosoh sorgum untuk dipergunakan petani.

Selama ini, kata Wim sapaannya, petani enggan menanam sorgum karena sulit untuk memisahkan kulitnya seperti memisahkan padi menjadi beras. Dengan hadirnya mesin penyosoh ini diharapkan petani mulai banyak yang menanam sorgum.

“Selama ini kita kesulitan untuk menyosoh sorgum. Kalau untuk perontok bisa juga menggunakan mesin perontok padi. Adanya inovasi ini membuat petani kembali bergairah menanam sorgum,” ungkapnya.

Wim berharap agar pemerintah membeli mesin penyosoh sorgum dan dibagikan kepada kelompok petani sorgum. Dirinya mengatakan,tanaman serelia ini merupakan bahan pangan yang dipercaya mencegah penyakit diabetes dan stunting.

“Di tengah merebaknya wabah corona sorgum bisa menjadi bahan pangan alternatif yang kaya nutrisi dan bergizi. Apalagi sorgum cocok dikembangkan di NTT  yang banyak merupakan lahan kering,” ungkapnya.

Lihat juga...