Bandara Syamsudin Noor Dukung Pembatasan Orang Masuk Kalsel
BANJARBARU – Pengelola Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin, mendukung kebijakan pemerintah daerah, untuk melakukan pembatasan arus orang masuk Kalimantan Selatan (Kalsel).
Pembatasan tersebut dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona baru (COVID-19). “Prinsipnya kita akan mendukung program pemerintah terkait pembatasan orang yang keluar masuk Kalsel yang melalui bandara,” kata General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin, Indah Preastuty, di Banjarbaru, Rabu (1/4/2020).

Menurutnya, pembatasan yang dimaksud bisa dengan perubahan jam operasional bandara, pembatasan frekuensi penerbangan dan rute, serta pembatasan penumpang. “Kalau rute sementara ini tidak ada yang ditutup, hanya saat ini tidak dioperasikan sampai waktu tertentu,” jelasnya.
Communication & Legal Section Head Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin, Aditya Putra Patria menambahkan, untuk sementara pihaknya masih menunggu perintah dari Kementerian Perhubungan, mengenai kebijakan pembatasan tersebut. “Pemerintah provinsi minta pembatasan frekuensi penerbangan ke Kementerian Perhubungan, jadi kami tunggu saja instruksi dari pusat yang berwenang soal kebijakan di bandara,” tandasnya.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan membatasi kedatangan orang dari luar daerah itu, untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19. Hal itu diatur melalui Surat Gubernur Kalsel Nomor 188.44/0210/KUM/2020.
Gubernur Kalsel Sahbirin Noor juga mengeluarkan surat perpanjangan penetapan tanggap darurat penanganan virus corona hingga 16 April 2020. Menindaklanjuti keputusan tersebut, Pemprov Kalsel telah menyampaikan surat kepada pihak-pihak terkait seperti, Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin di Banjarbaru, Otoritas Pelabuhan Bandarmasin di Banjarmasin, dan Pelabuhan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru.
Juru Bicara Gugus Tugas Pencegahan Pengendalian dan Penanganan COVID-19 Kalsel, M. Muslim mengatakan, jumlah pasien positif terpapar virus corona di daerah tersebut ada delapan orang. Di mana empat di antaranya berasal dari Kota Banjarmasin. (Ant)