Wawali Bekasi Tanggapi Minimnya APD Petugas Kesehatan
Editor: Koko Triarko
BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi mengklaim sudah melaksanakan pengadaan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga kesehatan dalam penanganan Covid-19 di wilayahnya. Hal tersebut disampaikan Ketua Satgas Penangangan Covid-19, juga sebagai Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menanggapi minimnya APD yang menjadi keresahan tenaga kesehatan di wilayah setempat.
“Untuk APD bagi tenaga kesehatan dan dokter sedang dilaksanakan pengadaannya mulai hari ini,” ujar Tri Adhianto, usai mendampingi Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, saat meninjau lokasi rapid test massal di Stadion Chandrabaga, Kota Bekasi, Minggu (22/3/2010).
Dikatakan, APD tersebut nantinya akan diperuntukkan bagi tenaga kesehatan, dokter, baik di swasta maupun di Puskesmas. Namun dia tidak memastikan, kapan APD tersebut bisa diterima oleh tenaga medis.
Sementara itu Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, mengakui bahwa wilayahnya masuk zona merah persebaran Covid-19. Untuk itu, dia meminta masyarakat Kota Bekasi untuk waspada.
“Zona merah berada di wilayah Bodebek (Bogor, Depok, Bekasi) salah satunya Kota Bekasi, termasuk di dalamnya. Angka di kota Bekasi sudah cukup lumayan,” tandasnya ,tanpa menyebut secara rinci jumlah paparan virus Corona di wilayah Kota Bekasi.
Namun demikian, dia menegaskan langkah yang akan dilakukan akan menitikberatkan pada pemeriksaan, baik pada PDP, ODP dan mereka yang berinteraksi.
Dia berharap bisa terselesaikan dengan segera masa kritis Covid-19 di Kota Bekasi. Dia juga meminta warga Kota Bekasi bisa waspada karena wabah virus Corona tidak melihat pangkat dan golongan. Tapi semua berpotensi tertular, dan bagi pasien yang dinyatakan positif bisa diselesaikan dengan segera.
“Agar tidak terjadi keresahan. Diharapkan warga bisa memahami dan menjalankan arahan dari pemerintah daerah,” tegasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, menindaklanjuti imbauan Gubernur Jawa Barat agar semua perkantoran swasta dilibur, maka dia sudah meminta langsung dan segera dibuatkan edaran hingga batas waktu seminggu ke depan, dalam rangka antisipasi penyebaran Covid-19 di Kota Bekasi.
Sementara itu diketahui berdasarkan data dari laman pos Covid-19 Kota Bekasi, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 81, dengan rincian, 56 orang proses pemantauan dan 25 orang selesai pemantauan.
Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 52 orang, dengan rinciab 45 orang masih dirawat dan 7 orang pulang dan sehat.
Informasi diteirma Cendana News, diketahu petugas medis, baik dokter di tingkat Puskesmas atau swasta, mengeluhkan minimnya APD. Bahkan mereka sampai saat ini banyak belum memiliki APD.