Tempat Wisata di Maumere Tutup Cegah Covid-19

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Guna mencegah penyebaran dan penularan Covid-19 dan mengikuti imbauan Gubernur NTT dan Bupati Sikka, beberapa tempat wisata dan pelaku wisata di daerah itu menutup tempat usahanya.

Meski terasa berat karena pasti mengalami kerugian, namun konsekuensi ini harus dilakukan, mengingat aktivitas pariwisata juga sedang lesu, dengan adanya pembatasan lalu lintas orang dari beberapa negara dan beberapa wilayah di Indonesia.

“Kami terpaksa menutup tempat usaha, karena imbas dari penyebaran virus Corona aktivitas pariwisata, sepi. Wisatawan asing pun hampir tidak ada yang berkunjung ke Sikka dan Flores,” kata Sonya da Gama, pelaku wisata di kabupaten Sikka, Minggu (22/3/2020).

Sonya da Gama, pemilik Art ShopSonya Tenun Floressa di kota Maumere, kabupaten Sikka, provinsi NTT, saat ditemui Minggu (22/3/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Menurut Sonya, penutupan tempat usaha dilakukan sejak Jumat (20/3/2020) hingga Sabtu (4/4/2020), sambil menunggu informasi dari pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten, terkait langkah penanggulangan virus Corona.

Tempat usaha yang ditutup, kata dia meliputiTourism Information Center Floressa,Art Shop Sonya Tenun Floressa,Penginapan Floressa dan kedai kopi kampung Mok Blek Floressa, di dalam satu lokasi di jalan Don Thomas Maumere.

“Sebagai pelaku wisata, tentunya kami berharap agar situasi ini segera bisa teratasi, sehingga aktivitas pariwisata kembali berjalan normal seperti biasanya. Apalagi, berbagai aktivitas keagamaan juga sudah ditutup dan dihentikan sementara,” ujarnya.

Pemilik Art Shop Sonya Tenun Floressa ini juga berharap, agar masyarakat kabupaten Sikka dan NTT tetap mengikuti imbauan bupati maupun gubernur untuk membatasi diri beraktivitas di luar rumah.

Sonya berharap, pemerintah bisa mempercepat pencegahan menularnya virus Corona, dan harus segera menemukan obatnya.

Sementara itu, Elisia Digma Dari, pelaku wisata lainnya yang juga merupakan pemilik kedai kopi kampung Mok Blek mengatakan, keputusan menutup tempat usaha harus dilakukan, mengingat sejak merebaknya virus Corona yang merupakan pandemi, tempat usaha pun mengalami penurunan pengunjung.

Elis mengaku, kunjungan wisatawan asing hampir tidak ada sejak merebaknya virus Corona, dan hanya satu-dua wisatawan asing saja yang tersisa, karena saat wabah Corona mereka sedang berada di Flores maupun kabupaten Sikka.

“Kunjungan wisatawan asing hampir tidak ada lagi, bahkan Bali saja pariwisatanya lumpuh. Kami coba menggalang wisatawan lokal, namun masih melihat situasi, karena tentunya harus juga memperhatikan standar kesehatan, agar mencegah penularan virus Corona,” ujarnya.

Lihat juga...