Sejumlah Titik Abrasi Pantai di Padang Perlu Dibenahi
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
PADANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat, siap melakukan pembenahan empat titik lokasi abrasi Pantai di Kota Padang, Sumatera Barat. Sumber dana pembenahan itu datang langsung dari anggaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB).
Kalaksa BPBD Provinsi Sumatera Barat, Erman Rahman, mengatakan, empat titik lokasi abrasi itu sepanjang kawasan wisata di Pantai Padang yakni Pantai Air Manis, Masjid baru di Muaro, Monumen Merpati Perdamaian dan Pasir Jambak Padang.

Ia menyebutkan empat lokasi abrasi pantai tersebut telah menyebabkan kerusakan bangunan, seperti di masjid yang baru dibangun oleh Pemerintah Kota Padang di kawasan Muaro. Masjid itu mendapatkan hantaman ombak sehingga sempat mengikis tanah yang ada di bagian bawah masjid.
“Dulu sebenarnya untuk mengantisipasi kondisi semakin parah, pihak Balai Wilayah Sungai Sumatera V telah memasang batu grip di masjid baru itu, sabagai upaya penanganan sementara. Nah dari rencana kita, akan dilakukan pembenahan permanen,” katanya, Kamis (5/3/2020).
Begitu juga di kawasan Monumen Merpati Perdamaian dimana pondasi telah rusak akibat terjangan ombak. Penanganan sementara pun telah dilakukan, namun kerasnya terjangan ombak dari waktu ke waktu, membuat kondisi di pondasi Monumen Merpati Perdamaian semakin mengkhawatirkan.
Selain itu abrasi pantai juga melanda kawasan wisata Pantai Air Manis Padang, dimana air laut telah naik hingga membuat pantai ini semakin didekati oleh ombak. Untuk memberikan kenyamanan, ojek becak pun jadi alternatif untuk menikmati keindahan Pantai Air Manis.
“Kondisi seperti itu juga dialami oleh Pasir Jambak, dan seluruh lokasi yang mengalami dampak abrasi pantai ini dilakukan pembenahan pantai,” ujarnya.
Untuk itu, BPBD Provinsi Sumatera Barat telah mengambil langkah penanganan, dengan cara mengajukan anggaran pembenahan kawasan pantai, dengan cara melakukan pembangunan tanggul giant sea wall. Anggaran yang diajukan ke BNPB itu mencapai Rp32 miliar.
Sementara itu, Kepala Bidang Rehab Rekon BPBD Sumatera Barat, Suryadi, juga mengatakan, dalam waktu dekat pihak dari BNPB melakukan peninjauan ke lapangan guna memastikan kelayakan anggaran yang diajukan tersebut.
Ditargetkan apabila anggaran itu disetujui oleh BNPB, maka pembangunan pembenahan abrasi pantai di empat titik pantai Kota Padang tersebut, dimulai pada 2020.
Mengingat keempat titik kawasan itu berada di kawasan pariwisata, BPBD Sumatera Barat telah mengajukan desain pembangunan giant sea wall yang cocok untuk dijadikan tempat wisata. Luas pembangunan giant sea wall yang direncanakan mencapai 100 hingga 150 meter dari bibir pantai.
“Jadi konsep nantinya itu wajah pantai Padang semakin menarik dan menjadi daya tarik wisatawan. Bisa untuk berfoto, kan sekarang itu lagi tren berfoto-foto saat di lokasi wisata,” sebutnya.