Pintu Kedatangan Domestik di BIM Akan Dipasang ‘Screener’

Editor: Makmun Hidayat

PADANG — Menyikapi kasus virus Covid-19 yang semakin meningkat di Indonesia, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, menetapkan seluruh pintu kedatangan di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dipasang alat screener.

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, mengatakan, selama ini dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) hanya memasang alat screener untuk kedatangan dari penerbangan internasional. Namun melihat situasi kasus virus Covid-19 di Indonesia semakin meningkat, maka untuk penerbangan domestik pun perlu untuk dilakukan screener.

“Kita harus mengambil langkah ini, supaya penularan virus itu bisa diatasi. Jadi kapan dimulai untuk pengukuran suhu tubuh di kedatangan domestik di BIM ini, kemungkinan besok Senin, tapi tentunya saya melakukan rapat terlebih dahulu dengan Gubernur Sumatera Barat,” katanya, Minggu (15/3/2020).

Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit di sela kegiatannya, Minggu pagi (15/3/2020). -Foto: M. Noli Hendra

Persoalan alat, Wagub menyebutkan dari KKP telah menyatakan kesediaan untuk memasang alat screener untuk kedatangan domestik. Namun dari KKP menyatakan, ada keterbatasan petugas untuk ditempatkan di kedatangan domestik. Persoalan itu, Pemprov Sumatera Barat telah memiliki solusi.

“Kita melibatkan 32 orang Satpol PP, mereka nanti akan dilatih oleh KKP tentang tata cara penggunaan screener. Nah, sekarang kita tinggal melakukan tugas, menyelematkan masyarakat dari penularan virus Covid-19,” ujarnya.

Wagub mengaku, kebijakan ini diambil setelah seluruh pihak seperti dari Dinas Kesehatan dan KKP serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat, menyepakati agar pintu kedatangan di BIM penting untuk dipasang screener. Intinya, Pemprov Sumatera Barat tidak ingin lengah dan membiarkan celah-celah masuknya penularan Covid-19.

Di BIM, bisa dikatakan ada ribuan penumpang domestik yang datang setiap harinya, dengan rute penerbangan dari berbagai provinsi di Indonesia, seperti Jakarta, Medan, Batam, Pekanbaru, dan lainnya. Tidak dapat dipungkiri, ada turis yang melakukan penerbangan transit, dari suatu daerah Indonesia.

“Wisatawan asing itu kan bisa saja menggunakan penerbangan domestik, seperti wisata ke Medan, dari Medan menuju Padang menggunakan penerbangan domestik. Jika ini tidak kita terapkan sistem screener, Sumatera Barat bisa saja sewaktu-waktu diserang virus Covid-19,” sebutnya.

Untuk itu, Nasrul berharap, masyarakat ataupun penumpang di BIM tidak merasa resah dengan adanya kebijakan menerapkan sistem screener kepada seluruh penumpang di BIM, baik itu untuk penerbangan domestik, maupun untuk penerbangan internasional.

Sementara itu, dalam melakukan keterbukaan informasi bagi masyarakat terkait virus Covid-19, Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat juga telah membuka Posko Covid-19 yang bertepat di lantai I Kantor Dinas Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, di Jalan Perintis Kemerdekaan No.65A Padang.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, Merry Yuliesday, mengatakan, Posko Covid-19 sudah hadir sejak lima hari lalu di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat. Hadirnya posko ini karena adanya masukan atau saran dari berbagai pihak, sebagai upaya pelayanan kesehatan terutama keterbukaan informasi terkait pencegahan penyebaran Covid-19.

“Posko ini hadir karena masukan berbagai pihak. Pertimbangannya, saat bencana ada posko bencana. Dengan mewabahnya virus corona, kenapa tidak ada posko yang melayani kesehatan terkait virus ini. Ini menjadi perhatian kita,” ujarnya.

Menurutnya, dengan hadirnya Posko Covid-19 ini, maka siapa pun yang ingin mengetahui informasi tentang virus corona dapat datang ke posko ini. Termasuk juga dari instansi pelayanan kesehatan yang butuh fasilitas seperti masker, alat pelindung diri (APD), serta hand sanitizer untuk pencegahan Covid-19  ini, juga bisa datang ke sini.

Dinkes Provinsi Sumatera Barat, menurut Merry, juga telah mengirimkan surat edaran ke kabupaten kota, terkait fungsi posko ini dalam memberikan pelayanan kesehatan. Untuk itu, kepada pihak yang ingin mencari informasi seputar Covid-19, bisa mendatangi Kantor Dinas Kesehatan Sumatera Barat, pada jam kerja, yakni dari pukul 07.30 – 16.00 Wib.

Lihat juga...