Pasien ‘Suspect’ Covid-19 di RSUD dr. Moewardi, Meninggal
Editor: Koko Triarko
SEMARANG – Satu dari dua pasien suspect Corona yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Moewardi Solo, meninggal dunia pada Rabu (11/3/2020), sekitar pukul 13.00 WIB. Kedua pasien tersebut, laki-laki berusia 58 tahun dan 59 tahun, mulai dirawat di rumah sakit tersebut sejak Minggu (8/3/2020).
Dari penelusuran jejak perjalanan, keduanya tidak punya riwayat bepergian ke negara atau daerah yang tengah terpapar virus Corona, atau berinteraksi dengan WNA/WNI suspect Corona. Keduanya mulai mengalami gejala demam, hingga sesak napas setelah mengikuti sebuah kegiatan di Bogor, Jawa Barat.
“Satu pasien hasil rujukan dari rumah sakit lain. Kemudian yang satu datang sendiri diantar keluarganya. Setelah itu, petugas medis langsung merawat pasien tersebut ke ruang isolasi, karena mengeluhkan demam dan batuk,” papar Kepala Dinas Kesehatan Jateng, dr. Yulianto Prabowo, di kantor Dinkes Jateng, Semarang, Kamis (12/3/2020) malam.
Dipaparkan, saat ini korban meninggal dunia tersebut sudah dimakamkan, dengan mengikuti prosedur penanganan untuk pasien dengan riwayat penyakit menular. “Kita bungkus, sterilkan, agar tidak menularkan ke orang lain, termasuk kelurga pasien,” terangnya.
Sejauh ini, masih belum diketahui penyebab pasti kematian tersebut, namun bisa dipastikan jika pasien tersebut mengalami sesak napas akut.
“Belum bisa dipastikan positif Corona atau tidak, kita masih menunggu hasil lab dari Kemenkes. Sebelumnya kita sudah lakukan pengambilan sampel, dan sudah dikirim pada Selasa (10/3/2020). Hasilnya belum kita terima, malam ini (Kamis-red) saya akan kontak langsung ke Jakarta, untuk meminta hasil lab tersebut,” tandas Yulianto.
Sementara, Ketua Tim Severe Acute Respiration Infection (SARI) RSUD dr. Moewardi Solo, Dr. Dr. Harsini Sp.P (K)., menjelaskan, pasien suspect Corona yang meninggal dunia tersebut juga menderita penyakit diabetes.
“Pasien mengalami gagal napas, atau pneumonia, yang bisa disebabkan oleh virus, bakteri atau parasit. Seperti pada penyakit SARS atau MERs, yang juga disebabkan oleh virus corona. Namun bedanya kalau penyakit tersebut penularannya masih antara hewan ke manusia, sementara Covid-19 sudah antarmanusia,” tandasnya.
Namun, pihaknya belum bisa memastikan, apakah penyebab kematian pasien tersebut diakibatkan oleh virus Corona atau tidak. “Masih menunggu hasil lab. Sementara untuk pasien satunya, kondisinya masih stabil. Kita terus lakukan perawatan,” terangnya.
Sejauh ini, sudah ada dari 39 pasien suspect virus Corona (Covid-19) yang selama ini dirawat di berbagai rumah sakit di Jateng. Sebanyak 35 orang di antaranya sudah dinyatakan negatif. Mereka dipulangkan karena dinyatakan sudah dalam keadaan sehat atau sembuh.
Sementara dua orang suspect meninggal dunia. Keduanya, yakni satu pasien di RSUP dr. Kariadi, yang sudah dinyatakan negatif Corona, meninggal karena flu babi dan satu pasien di RSUD dr. Moewardi Solo, penyebab kematiannya masih menunggu hasil lab.
Sedangkan yang masih dirawat ada dua orang, masing-masing di RSUD dr. Moewardi Solo dan RSUP dr. Kariadi Semarang.