Menanti Super Worm Moon di Indonesia

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

JAKARTA — Super Worm Moon, sebuah penamaan untuk bulan purnama pada bulan Maret tahun ini. Penamaan ini jauh lebih merujuk kepada kebudayaan suatu daerah dibandingkan astronomi.

Super Worm Moon cukup terkenal di negara-negara yang memiliki empat musim, seperti Amerika dan Eropa. Kehadiran bulan purnama ini juga menandai awal datangnya musim semi.

Staf Astronomi Planetarium dan Observatorium Jakarta (POJ) Mohammad Rayhan menjelaskan bahwa bulan purnama ini tidak memiliki makna di Indonesia karena hanya mengenal dua musim.

“Karena kita yang tinggal di ekuator tidak mengenal empat musim. Hanya dua musim saja. Sementara Super Worm Moon itu lebih merujuk kepada kondisi peralihan musim pada daerah yang memiliki empat musim,” kata Rayhan saat ditemui di kantor POJ Cikini Jakarta, Jumat (6/3/2020).

Ia menjelaskan secara fisik, super worm moon ini memang tergolong pada kondisi bulan purnama yang besar.

“Terlihat besar dan lebih terang dibandingkan Supermoon biasa karena Bulan ada dalam posisi terdekat dengan Bumi. Tapi kalau yang tidak mengamati secara rutin, ya juga gak berasa,” ujar Rayhan sambil tertawa.

Selain Super Worm Moon, kondisi bulan purnama di bulan Maret, juga dikenal sebagai Crow Moon, Sap Moon atau Lenten Moon.

“Kondisi Super Moon ini bisa dilihat pada tanggal 10 Maret pada pukul 00.49 WIB. Kalau di negara lain pada waktu 18.00 GMT. Tanggalnya 9 Maret,” ucapnya.

Bulan purnama di bulan Maret ini merupakan bulan purnama pertama dalam rangkaian Supermoon selama tahun 2020. Yang berikutnya, akan terjadi pada April dan Mei 2020.

“Terkait penamaan Super Worm Moon atau Worm Moon, jika tidak berada dalam posisi terdekat adalah merupakan penamaan berbasis pada kondisi tanah yang melembut dan menyebabkan ulat tanah keluar ke permukaan,” papar Rayhan.

Saat ulat keluar dari dalam tanah, artinya burung-burung juga akan mulai ramai mencari makan. Kegiatan bermigrasi dari daerah dingin pun dimulai.

“Kalau di wilayah yang bermusim empat, kondisi ini sebagai pertanda masuknya musim semi,” pungkasnya.

Lihat juga...