Keuskupan Tanjungkarang Tiadakan Ekaristi Selama Darurat Covid-19
Editor: Makmun Hidayat
LAMPUNG — Keuskupan Tanjungkarang, Lampung meniadakan sementara waktu perayaan Ekaristi di sejumlah gereja. Uskup Mgr. Yohanes Harun Yuwono dalam ketentuan pastoral yang diterima Cendana News menyebut kebijakan tersebut dilakukan mendukung langkah pemerintah mengurangi penyebaran virus corona (Covid-19).
Ketentuan pastoral uskup keuskupan Tanjungkarang tentang ibadah Gerejani selama masa darurat Covid-19 diperuntukkan bagi imam, biarawan, biarawati dan umat. Ketentuan pastoral menurut Mgr. Yohanes Harun Yuwono diberlakukan setelah mendengarkan berbagai masukan dari para ahli kesehatan dan dari kuria keuskupan.
Imbauan dan instruksi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah terkait dengan pandemi Covid-19 sejumlah langkah praktis dilakukan. Sejumlah hal praktis kegiatan gerejani yang berkaitan dengan kegiatan ibadah dan aktivitas pendalaman iman gerejani mulai 21 Maret 2020 hingga 4 April 2020 dan kebijakan perayaan pekan suci harus mengikuti ketentuan pastoral keuskupan.
“Para imam tetap terikat kewajiban merayakan Ekaristi. Umat tidak perlu hadir. Hari hari ini mohon diintensifkan untuk mendoakan situasi bangsa dan dunia terkait pandemi Covid-19,” terang Mgr. Yohanes Harun Yuwono, Minggu (22/3/2020).

Uskup Tanjungkarang menambahkan ketentuan pastoral mewajibkan pelayanan sakramen pengurapan orang sakit dan sakramentali seputar orang meninggal harus tetap menjadi prioritas. Jika situasi sudah memungkinkan untuk diadakan perayaan Ekaristi yang terbuka untuk umum maka tetap diberlakukan sejumlah protokol berkaitan dengan kesehatan yang dianjurkan.
Sejumlah ketentuan tersebut diantaranya gereja menyediakan hand sanitizer di pintu masuk, air suci ditiadakan. Sebelum dan sesudah perayaan Ekaristi gereja disterilisasi dengan disinfektan. Salam damai dilakukan dengan cara mengatupkan tangan atau menganggukan kepala. Kantong kolekte tidak diedarkan sebagai gantinya disediakan kotak kolekte di pintu masuk gereja.
“Ekaristi di lingkungan,jalan salib pada hari Jumat dan pendalaman iman Pra-Paskah ditiadakan, namun keluarga tetap melaksanakan renungan harian,” tegasnya.
Sejumlah persiapan yang dilakukan secara bersama untuk Pekan Suci ditiadakan. Rekoleksi pembaharuan janji imamat dan misa pemberkatan minyak suci pada tahun ini tidak dilaksanakan dan akan ditentukan waktunya kemudian. Sejumlah perayaan Pekan Suci jika memungkinkan dirayakan maka sejumlah perayaan dilakukan dengan ketentuan gerejani.
Perayaan Pekan Suci Minggu Palma dan Malam Paskah diadakan tanpa perarakan. Kamis Putih diadakan tanpa pembasuhan kaki dan tuguran. Penghormatan Salib pada Jumat Agung dilakukan dari tempat duduk masing-masing dengan cara menundukkan kepala. Penerimaan sakramen tobat pribadi ditiadakan bagi yang belum sebagai penggantinya akan diadakan ibadat tobat singkat,absolusi umum di salah satu hari Pekan Suci.
“Kita mendoakan ilmuwan cepat menemukan obat Covid-19 dan tidak perlu panik berlebihan, tidak perlu menimbun barang dan tetap peduli sesama,” cetusnya.
Terkait Ketentuan Pastoral Keuskupan Tanjungkarang, Yohanes Widodo ketua stasi Santo Petrus dan Paulus menyebut telah melakukan sejumlah langkah. Langkah pembersihan area gereja telah dilakukan dengan mengepel lantai, membersihkan fasilitas ibadah dan menyemprot disinfektan. Sejumlah lokasi air suci yang kerap digunakan umat menurutnya telah dikosongkan.
“Perayaan ibadah yang melibatkan orang banyak sementara ditiadakan namun yang ingin berdoa perseorangan di gereja dipersilakan,” paparnya.
Sejumlah ketentuan gerejani Keuskupan Tanjugkarang diakuinya akan mengubah jadwal pekan suci. Langkah yang dilakukan diantaranya mengajak umat untuk berdoa di rumah masing masing. Sebab selama pekan suci devosi jalan salib,pendalaman iman dilakukan melibatkan banyak umat. Selain itu imbauan menjaga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dianjurkan cegah Covid-19.
Umat juga diimbau menerapkan social distancing agar tidak kontak langsung dengan orang lain. Kepada umat yang tidak bisa merayakan Ekaristi selama pemberlakuan ketentuan gerejani Keuskupan Tanjungjarang tetap berdoa dari rumah. Kegiatan bertekun dalam doa selama masa Pra-Paskah diberikan dalam panduan pendalaman iman di setiap keluarga.