Kerja Bakti, Karang Taruna Mahe Kelan Terapkan ‘Social Distance’
Editor: Makmun Hidayat
MAUMERE — Karang taruna desa persiapan Mahe Kelan Kecamatan Waigete Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) melaksanakan karya bakti bersama anggota BPD dan perangkat desa induk Egon membersihkan sampah,rumput dan menanam pisang.
Di tengah mewabahnya penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Sikka dan ancaman virus corona, kerja bakti tetap dilaksanakan namun tetap memperhatikan social distancing dan imbauan terkait pencegahan penyebaran virus corona.
“Demi menciptakan lingkungan yang bersih dan jauh dari bahaya DBD maka perlu ada tingkat kesadaran dan kepedulian dari warga guna menjadikan lingkungan yang indah serta nyaman, karang taruna mengajak warga desa untuk peduli lingkungan,” kata Yosep Wilfridus ketua karang taruna desa persiapan Mahe Kelan Kecamatan Waigete Kabupaten Sikka, Sabtu (21/3/2020).

Karang Taruna Mahe Kelan kata Yosep, sebagai ujung tombak pembangunan dan mengemban tugas meningkatkan kepedulian lingkungan di kalangan masyarakat memberikan contoh kerja bakti tetapi tetap memperhatikan imbauan terkait penyebaran virus corona.
Dengan situasi di musim hujan di mana wabah DBD di Kabupaten Sikka kian masif, maka kata dia, dilaksanakan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) agar kasus DBD tidak terjadi lagi walaupun status Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD tersebut sudah dicabut.
“ Masalah kebersihan lingkungan terutama penanggulangan sampah di wilayah kami memang bukan perkara mudah. Memupuk tingkat kepedulian masyarakat terhadap lingkungan yang bersih harus tanpa henti diberikan pemahaman, terlebih saat ini musim penghujan, ” tuturnya.
Menurut Yosep, kegiatan karya bakti aksi kebersihan ini dilakukan untuk menambah wasasan pengembangan mental dan mengantisipasi kemajuan dan perkembangan desa persiapan Mahe Kelan.
Karang taruna sebagai organisasi kaum muda sebut dia, harusnya lebih fokus pada bidang pendidikan, kebudayaan, sosial ekonomi, rohani dan pengembangan sumber daya manusia.
“Semoga aksi karya bakti dengan melakukan kegaiatan membersihkan lingkungan bisa memotivasi generasi muda terutama karang taruna agar lebih peduli terhadap lingkungan terutama menjaga kebersihan,” harapnya.
Camat Waigete Even Edomeko menyebutkan,kegiatan kerja bakti tersebut tetap dilakukan tetapi tetap memperhatikan himbaun terkait pencegahan penyebaran virus corona di mana proses bekerjanya tetap menjaga jarak memperhatikan social distancing.
Setiap kelompok kerja sebut Even, hanya dibatasi 10 orang saja agar tidak melibatkan banyak orang apalagi proses kerja bakti juga sekaligus olahraga karena dengan berjemur di bawah sinar matahari juga bisa mencegah penularan virus corona.
“Terkait dengan social distancing kami tetap perhatikan sehingga anggota yang batuk dan flu tidak kami libatkan termasuk yang sakit.Kami tetap bekerja bakti tetapi memperhatikan imbauan terkait pencegahan penularan virus corona,” jelasnya.
Kerja bakti tandas Even merupakan kegiatan PSN yang tetap dilaksanakan hingga Senin (23/3/2020) sesuai dengan imbauan bupati Sikka di mana terus dilakukan meskipun status KLB DBD telah dicabut.
Meskipun kasus DBD menurun namun sikap waspada kata dia tetap harus dilakukan apalagi memasuki musim panas akan ada penyakit malaria dan Kecamatan Waigete angka penyakit malarianya tertinggi.
“Bukan cuma kaum muda dan orang tua saja tetapi anak-anak sekolah juga kami didik untuk mencintai lingkungan. Sebagai camat Waigete dan atas nama bupati Sikka saya memberikan apresiasi atas kegiatan ini,” pungksnya.