Hadapi Wabah Corona, Uskup Maumere Imbau Misa Ditiadakan

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Keuskupan Maumere yang membawahi seluruh gereja Katolik di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, sejak Jumat (20/3/2020) mengeluarkan imbauan terkait dengan penyebaran virus corona atau Covid-19.

Dalam seruan yang berlaku sejak Jumat (20/3) hingga dua pekan pada Jumat (3/4) tersebut,  Uskup Maumere mengimbau para imam, biarawan-biarawati, umat Katolik agar memperhatikan beberapa hal.

“Saya mengajak kita semua untuk tetap bijaksana, tenang dan tidak panik dalam menyikapi berbagai informasi mengenai penularan dan penyebarannya,” kata Uskup Maumere, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu, Pr dalam imbauan yang diterima Cendana News, Sabtu (21/3/2020).

Uskup Maumere Kabupaten Sikka, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu,Pr mengeluarkan imbauan pastoral, Sabtu (21/3/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Uskup Edwaldus mengatakan, segala aktivitas gerejani yang melibatkan banyak orang selama kurun waktu tersebut ditiadakan seperti Ekaristi Harian, Ekaristi Hari Minggu, Ekaristi Pemakaman, Peringatan Arwah dan ibadat lainnya.

Selain itu tambahnya, pelayanan sakramen tobat atau pengakuan, ibadat jalan salib, pertemuan malam wajib di KBG dan lingkungan atau stasi, latihan koor dan liturgi persiapan pekan suci..

“Katekese Pra-Paskah, pelatihan dan pembekalan pastoral komisi, biro dan lembaga di tingkat keuskupan dan seksi-seksi pastoral di paroki. Kendati pun demikian, aktivitas rohani di tiap-tiap rumah dan komunitas biara tetap dijalankan,” sebutnya.

Apabila dalam kurun waktu 14 hari ini kata Uskup Edwaldus, ada umat yang meninggal, maka pelayanannya terbatas pada pemberkatan jenazah dan bagi keluarga serta para pelayat diharapkan untuk tetap memp erhatikan ketentuan-ketentuan kesehatan mengenai penyebaran virus corona.

Terkait dengan perayaan ekaristi dan ibadat lain setelah tanggal 3 April 2020,  jika tidak ditentukan lain dari pemerintah, maka umat kembali beribadah dan menghadiri perayaan ekaristi di gereja maupun di komunitas.

“Namun jika ada gejala penyakit pernapasan seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, demam dan panas tinggi, supaya berdoa dan beristirahat saja di rumah,” pintanya.

Perayaan ekaristi dan ibadat sabda juga diminta Uskup Edwaldus hendaknya tidak bertele-tele termasuk kotbah singkat  selama maksimal 7 menit, lagu-lagu proprium tidak harus dinyanyikan semua ayat kecuali lagu-lagu ordinarium.

Untuk menghindari sentuhan tangan, tegasnya, maka kolekte diberikan pada saat sebelum masuk gereja dimana kotak-kotak kolekte disiapkan di setiap pintu masuk gereja serta air suci di pintu-pintu masuk gereja ditiadakan.

“Petugas pembawa persembahan dipastikan menggunakan antiseptic, cairan atau gel pembersih tangan atau hand sanitizer. Salam damai menjelang Komuni dilakukan dengan menganggukkan kepala atau membungkukkan badan, tanpa bersalaman atau berjabat tangan,” harapnya.

Umat diperkenankan menerima komuni hanya melalui tangan, kata Uskup Edwaldus, bukan melalui mulut dan diharapkan pari pembagi komuni mencuci tangan terlebih dahulu sebelum membagikan komuni sehingga di altar wajib disiapkan antiseptik atau gel pembersih tangan.

“ Khusus untuk Perayaan Pekan Suci, umat membawa daun palmanya masing-masing. Ritus pembasuhan kaki para rasul pada hari raya Kamis Putih ditiadakan serta penghormatan salib dilakukan dengan berlutut dan membungkuk di hadapan salib yang telah disediakan, tanpa memegang atau mencium,” tuturnya.

Tablo Jalan Salib juga diminta Uskup Edwaldus untuk ditiadakan. Termasuk prosesi “Logu Signor” di Paroki Sikka serta pujian Paskah, bacaan-bacaan dan Mazmur tanggapan didaraskan.

Pembaptisan katekumen pada malam Pskah sebutnya, serta mobilitas umat dari satu wilayah ke wilayah lain yang berpotensi makin mudahnya penyebaran virus corona seperti prosesi jalan salib juga ditiadakan.

“Berkaitan dengan dua perayaan bersama setelah Hari Raya Paskah yakni: Pembaharuan Janji Imamat dan Pemberkatan Minyak-Minyak Suci serta Perayaan Minggu Kerahiman di tingkat Keuskupan akan diumumkan kemudian,” ucapnya.

Gregorius Nong salah seorang warga Kabupaten Sikka pun mengaku sudah mengetahui imbuan dari keuskupan tersebut. Saat ditanyai mengapresiasi langkah yang diambil pihak gereja Katolik.

Bagi Goris sapaannya, langkah yang dilakukan sudah tepat di tengah menyebarnya virus corona yang semakin cepat dan melus di berbagai wilayah negara Indonesi sehingga harus diwaspadai.

“Sebagai umat Katolik tentu kami akan menaati apa yang disampaikan Uskup Maumere. Imbauan ini juga sebagai salah satu langkah untuk mencegah penulara virus corona di Kabupaten Sikka,” ujarnya.

Lihat juga...